Cara Menentukan Prinsip Percintaan Sesuai Kepribadian

Cara Menentukan Prinsip Percintaan

Sesuai Kepribadian

 

            Saya sudah cukup banyak membaca doktrin-doktrin romansa ala PUA Pecinta Wanita atau cowok “Glossy” Hitman System. Kedua paham ini sangat inspiratif dan mencerahkan. Salah seorang PUA yang pula jadi acuan saya adalah Adam Lyons. Beliau bukan cuma praktisi Cinta namun juga individu yang mempelajari psikologi romansa. Pendapatnya mengenai asmara yang harus dilandasi keahlian sosial merupakan titik temu antara ajaran Pecinta Wanita dan Hitman System. Ini adalah substansi penting yang mendorong Ucihasantoso makin sering membahas unsur sosial dalam kajiannya. Perkembangan Ucihasantoso pula belakangan menjurus ke arah humanisme romansa. Ucihasantoso tidak hanya menyebarkan metode dan paradigma Cinta yang baru tapi juga pemahaman romansa yang berpusat pada watak individu, bukan tekniknya. Orientasi ini dipilih setelah saya membaca Why Him, Why Her? karya Prof. Helen Fisher, Ph. D yang menunjukkan betapa fundamentalnya pengaruh kepribadian dalam asmara.

 

Pengantar

            Menurut Gordon W. Allport Kepribadian adalah organisasi dinamis pada diri seseorang sebagai sistem psikofisik yang menentukan cara khasnya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Terbentuknya kepribadian dipengaruhi oleh tujuan-tujuan yang hendak individu capai. Kepribadian mengalami perubahan sepanjang hidup walau di dalamnya masih terdapat serangkaian pola yang tetap. Pemanfaatan informasi kepribadian memungkinkan manusia untuk hidup secara penuh serta memuaskan. Cinta sebagai kebutuhan dasar manusia termasuk dalam lingkup kajian psikologi kepribadian. Artinya, kita dapat memprediksi apa dan bagaimana tindakan seseorang terhadap stimulan romansa menurut kepribadiannya. Tapi, itu bakal tidak cukup akurat jika belum dibarengi analisa kondisi sosial si bersangkutan. Lantaran segala perilaku manusia senantiasa terkait situasi/konteks yang tengah dialami. Artikel berikut merupakan cara Ucihasantoso memberikan pemahaman lebih spesifik seputar asmara dan aspek ilmiahnya.

 

“Jujurlah pada diri sendiri! Maka bagai pastinya malam mengikuti siang, kau ‘tak akan salah bagi siapapun.”

Hamlet: William Shakespeare

 

Budaya Individu

            Manusia memerlukan kebiasaan (habit) dalam berkehidupan. Kebiasaan ialah respons berulang pada suatu rangsangan atau kegiatan. Latihan merupakan sebuah pembiasaan yang disengaja. Latihan dapat merangsang perkembangan otak seseorang, misalnya dalam musik. Memang beberapa individu terlahir dengan bakat musik namun tidak ada yang langsung bisa memainkannya—semua harus dilatih dan dipelajari dulu. Latihan rutin akan mematangkan bagian otak sehingga refleks bisa timbul. Orang yang terlatih bermusik akan terlihat seolah tanpa berpikir sekejap pun saat mencari, mencipta, atau memainkan rangkaian nada. Kenapa begitu? Sebab pikiran mereka sudah merekam berulang-ulang banyak ciri dan struktur bebunyian. Sehingga ketika diperdengarkan lagu-lagu otak mereka akan langsung mencocokkannya pada deskripsi yang sebelumnya sudah tersimpan di memori yang kemudian memberi informasi nada-nada apa saja yang dibunyikan.

            Strategi romansa pribadi pun sebenarnya umum bergantung pada kebiasaan. Bila cowok gagal dalam PDKT menurut anda apa yang dianggapnya sebagai penyebab? Tidak jauh dari faktor kekurangtampanan atau kesulitan uang. Kenapa selalu berkutat di sana? Ini lantaran cewek pun ‘tak memiliki pernyataan yang konkret tentang tipe cowok idamannya. Cewek biasanya hanya bilang ciri cowok favoritnya itu keren, ganteng, baik, perhatian, romantis, dst. Tapi, mereka tidak bisa menyebutkan semua tadi ukurannya apa. Kesusahan ini menimbulkan sempitnya pemahaman cowok tentang bagaimana semestinya memperlakukan cewek. Akibatnya, metode Cinta cowok jadi “Main aman” alias mengikuti saja yang biasa dilakukan orang ketimbang mesti memikirkan cara lain yang sesuai preferensi cewek. Makanya, gaya romansa cowok jadi mudah cewek hafal. Seperti analogi pemusik di atas, wajar pula kalau mereka bisa cepat mendeteksi modus-modus anda.

            Lalu, bagaimana metode dan prinsip asmara anda seharusnya? Pertama, kenalilah diri sendir! Kenapa? Sebab solusi hampir semua masalah—begitupun penyebabnya—ada dalam jiwa kita. Trik-trik romansa adalah pengembangan diri yang semu. Mungkin keberhasilan memikat banyak perempuan akan membahagiakan namun tetap pasti ada waktu di mana anda merasa terus-menerus gelisah dan kesepian. Itulah sumber penyakit anda sedangkan, haus Cinta dan pengakuan hanya gejalanya. Mengobati penyakit otomatis bakal pula menetralisir gejala-gejalanya. Kedua, pahami individu lain berdasarkan pengetahuan ilmiah dan rasio bukannya asumsi anda yang terbatas! Jangan lupa jika kalian bisa menilai orang, mereka pun mampu melakukan hal sama! Lebih baik mempelajari perilaku daripada cuma menilai atau menghakimi. Ketiga, bacalah beberapa paradigma romansa dari Hitman System, Ucihasantoso, atau Pecinta Wanita! Terakhir baru cari tips-tips Cinta. Diharapkan prosedur barusan dapat membuat anda bijak memilah jalan romansa yang sesuai watak pribadi.

 

 

Dopamin, Serotonin, Testosteron, dan Estrogen

            Ada banyak tipologi kepribadian yang dikenal dalam dunia psikologi. Salah satu yang cukup historis adalah tipologi Hippocrates-Galenus. Hippocrates (460-370 SM) menyatakan pada tubuh manusia terdapat empat jenis cairan yang mewakili unsur-unsur alam. Pendapat Hippocrates ini dipengaruhi oleh pandangan Empedocles (490-430 SM) soal komposisi semesta yang tersusun atas tanah (kering), air (basah), udara (dingin), dan api (panas). Menurut Hippocrates sifat kering diwakili oleh empedu kuning (Chole); basah oleh empedu hitam (melanchole); dingin oleh lendir (phlegma); panas oleh darah (sanguis). Hippocrates mengatakan keempat cairan tadi mempunyai perbedaan proporsi pada tiap manusia. Dominasi salah satu cairanlah yang menimbulkan ciri khas sifat pada masing-masing individu. Gallenus (129-199 SM) setuju dengan Hippocrates dan menamai watak yang terjadi akibat dominasi salah satu cairan tersebut sebagai tempramen.

            Penelitian Prof. Helen Fisher, Ph. D ternyata membenarkan dasar pemikiran Hippocrates-Galenus yang sudah berumur lebih dari dua ribu tahun tersebut. Prof. Helen Fisher, Ph. D melihat ada empat neurotransmiter (dopamin, serotonin, testosteron, dan estrogen) yang memengaruhi sifat manusia. Kadar mereka bervariasi pada masing-masing otak individu. Inilah yang kemudian menciptakan kepribadian dalam diri kita. Faktor keempat neurotransmiter ini disebut pula tempramen karena membentuk karakter seseorang sesuai determinasi biologis. Prof. Helen Fisher, Ph. D menyebut individu yang neurotransmiternya dominan dopamin sebagai penjelajah, serotonin-pembangun, testosterone-pengarah, dan estrogen-negosiator. Tipologi Prof. Helen Fisher, Ph. D sejauh ini menurut saya satu-satunya yang paling komprehensif serta ilmiah dalam perjodohan. Untuk mengetahui tipe kepribadian anda dapat dicek di Tes Psikologi Jodoh. Jika sudah tahu, mari kita lanjutkan ke deskripsi preferensi romansa untuk tiap kepribadian! Baca dan lihat apakah keterangan-keterangan berikut dapat memperkaya skema asmara anda!

  • Penjelajah

Mereka mencari orang yang mau diajak bertualang bersama dalam percakapan, di tempat tidur, di sekitar kota, atau keliling dunia. PENJELAJAH menginginkan pasangan yang bisa jadi “Teman bermain”. Bagi PENJELAJAH pacaran adalah hiburan dan mereka memiliki banyak minat sehingga senang melakukan hal-hal baru. PENJELAJAH terus bergerak secara fisik, intelektual, atau keduanya sekaligus. Mereka amat peka terhadap dunia sekeliling khususnya seputar warna, garis, bentuk, dan tekstur. PENJELAJAH menyukai kenikmatan indrawi. Karena itulah mereka sering mengajak kekasih ke acara seni, budaya, maupun festival makanan. PENJELAJAH terpikat pada musik-musik yang rumit, intens, serta rangkaian nada apapun yang bermutu tinggi (klasik). Maka jangan kaget kalau karaoke mereka akan memilih lagu-lagu pop-jazz atau hard rock ketimbang genre yang lebih sederhana. Sebagian besar PENJELAJAH punya banyak pengalaman kencan. Mereka cenderung memacari beberapa orang sekaligus seraya mencari seluas mungkin kebebasan dan variasi. Keuntungannya, PENJELAJAH dapat beradaptasi dengan semua kondisi pacaran. Mereka bisa cepat membuat pacarnya nyaman. PENJELAJAH juga pandai mendengarkan dan berbicara.

Tapi PENJELAJAH merasa sulit membuka diri. PENJELAJAH kemungkinan akan menghindari pembicaraan soal perasaan mereka dengan menggunakan humor pengalih. Banyak PENJELAJAH yang sesekali melakukan ulah iseng, menirukan orang, atau tiba-tiba menari di jalan. Peniruan mereka mungkin menyinggung beberapa orang tapi bukan itu tujuannya. PENJELAJAH, seperti NEGOSIATOR, selalu ingin menyenangkan orang lain. PENJELAJAH adalah yang paling seksual diantara keempat tipe kepribadian. Namun, PENJELAJAH pun beragam. Tipe sekunder anda—bersama dengan faktor sosial—turut memainkan peran yang ‘tak kalah penting dalam gaya percintaan. PENJELAJAH memang memiliki konsep moralitas fleksibel. Tapi, PENJELAJAH/pembangun kemungkinan memiliki kompas moral yang lebih kukuh dan cenderung mencari pasangan yang bertanggung jawab serta manut tradisi. Mereka lebih konvensional dalam berpacaran. PENJELAJAH/pembangun sekalipun menyukai kejutan namun mereka lebih menginginkan kepastian dan penasaran dengan perannya dalam suatu hubungan. PENJELAJAH/pembangun terpikat pada orang-orang yang tertib dan tradisional—kecuali kalau sedang terlibat petualangan asmara.

PENJELAJAH/pengarah adalah individu bersyaraf baja. Mereka, seperti banyak PENGARAH, berkembang dalam situasi genting dan bertindak cepat. Bagi PENJELAJAH/pengarah tidak ada tradisi yang sakral termasuk soal pacaran. Mereka adalah tipe yang paling mungkin untuk kawin lari. PENJELAJAH/pengarah harus mendapat pasangan yang sanggup menghargai otonomi dan kegandrungan mereka akan pangkat. PENJELAJAH/negosiator ialah yang paling diplomatis diantara para PENJELAJAH. Mereka menyukai keselarasan yang nampak dari kecenderungan bersetuju dan luwes selama pacaran serta peka pada perasaan pasangan. Karena daya tarik dan keterbukaannya, mereka sering punya banyak peminat. PENJELAJAH/negosiator menyenangi calon pasangan yang toleran. Mereka menghindari siapapun yang suka berkonfrontasi, bersaing, dan orang yang terlalu menjadwal hidup mereka.

 

  • Pembangun

Orang-orang berikut adalah tipe yang paling efektif dalam hubungan jangka panjang. PEMBANGUN mencari pasangan yang terduga, stabil, serta setia pada keluarga dan tradisi. Mereka butuh seorang “Pendamping penolong”. Bagi PEMBANGUN pacaran adalah perkara yang serius. Mereka meyakini tata krama, kesopanan gaya lama, ketepatan waktu, dan jadwal yang diatur baik. Bila PEMBANGUN serius pada seseorang kemungkinan ia akan memberi hadiah penting yang bernilai simbolis dan langgeng. PEMBANGUN mudah sekali jadi sentimental. Mereka cenderung berpikir konkret berdasarkan fakta. Maka, tidak heran ketika kencan PEMBANGUN bakal membicarakan makanan, lokasi wisata, film, acara TV, atau bidang lain secara terperinci. Mereka kerap kali pandai dalam obrolan-obrolan ringan tentang topik yang ril. PEMBANGUN dapat amat rendah hati saat membicarakan prestasi yang pernah diraih. Seperti PENJELAJAH, mereka juga tidak introspektif. Lantaran itulah sebagian besar PEMBANGUN tidak menghargai kekasih yang menganalisis perasaan atau perilaku mereka. Karena PEMBANGUN tidak nyaman dengan “Drama” dan paparan emosi berlebihan makanya mereka terkesan tidak romantis, apatis, atau kelewat santun. Namun, individu umumnya akan terpikat oleh PEMBANGUN saat mereka sudah mantap ingin hidup berkeluarga. PEMBANGUN tidak sembarang pilih pasangan. Mereka hati-hati dan cenderung serius mempertimbangkan saran kerabat dan teman dalam beromansa. PEMBANGUN juga peduli penampilan makanya mereka dapat hancur oleh kritikan. PEMBANGUN ingin semua saudara serta teman dekat menyetujui hubungan mereka. Kedua fakta terakhir terlihat dari kebiasaan PEMBANGUN membawa pasangannya untuk diperkenalkan ke keluarga atau sahabat saat ada acara bersama.

Sebenarnya karena PEMBANGUN banyak terlibat jauh dalam jaringan sosial, mereka jadi kurang mengalokasikan waktu untuk PDKT dengan calon pacar. Akibatnya keintiman bersama PEMBANGUN cenderung berkembang lambat. Ini cocok saja untuk mereka. PEMBANGUN ingin percintaan yang sesuai rencana. Penelitian menunjukkan jauh lebih banyak PEMBANGUN serta NEGOSIATOR yang menghendaki pernikahan atau hubungan yang mengikat ketimbang PENGARAH dan PENJELAJAH. PEMBANGUN jarang tertarik pada seks sambil lalu. Sebab bagi PEMBANGUN seks merupakan cara untuk melupakan masalah, mencari kenyamanan fisik, dan bersantai dengan pasangan yang setia. Jadi, PEMBANGUN adalah tipe kepribadian yang paling mungkin untuk menghindari seks pranikah. Mereka adalah yang paling tidak seksual diantara empat tipe kepribadian. Tempramen sekunder PEMBANGUN pasti pula berperan dalam gaya berpacaran dan selera berpasangan mereka. Misalnya, meski rata-rata mereka bersikap hati-hati tapi, PEMBANGUN/penjelajah memiliki sisi tidak sabar. Dampak positifnya, hal ini akan menambah kesegaran pada tempramen praktis mereka. Ini juga yang menjadikan PEMBANGUN/penjelajah andal sekaligus menyenangkan dalam kencan. PEMBANGUN/penjelajah sering dijumpai berkumpul bersama orang yang energik, senang bertualang, dan teoretis. Namun layaknya mayoritas PEMBANGUN, mereka juga tertarik pada individu yang kredibel, penyayang, dan pandai bergaul. PEMBANGUN/pengarah memiliki sedikit corak pemikir yang independen lagi inovatif, sehingga membentuk keseimbangan unik antara konvensionalisme dan orisinalitas.

PEMBANGUN/pengarah mengidamkan pasangan yang bisa mereka ajak berbincang mendalam dan terfokus. Namun mereka tetap akan berpegang pada fakta dan mengekang emosi. PEMBANGUN/pengarah adalah yang paling ambisius dan pekerja keras diantara PEMBANGUN, termasuk dalam urusan asmara. Jadi mereka kemungkinan bakal mengajak pacar ke tempat yang tersembunyi, menakjubkan, serta sulit dicapai. PEMBANGUN/negosiator adalah yang paling anggun dalam bersosial diantara para PEMBANGUN. Karena penuh percaya diri dan santai, mereka mungkin bakal sering jadi MC pertemuan sosial. PEMBANGUN/negosiator senang membuat orang bersatu. PEMBANGUN/negosiator cenderung cepat melibatkan pacar dalam lingkaran sosialnya. Mereka akan hati-hati memperkenalkan pasangan ke teman-teman sambil menceritakan minat dan prestasinya. Karena PEMBANGUN/negosiator santai dan lucu mereka juga punya banyak penyuka. PEMBANGUN secara garis besar mengidamkan pasangan yang bijak memegang uang, bertanggung jawab mengelola harta, menghormati tradisi, tekun, senang bergaul, serta mengabdi pada keluarga. Sesungguhnya PEMBANGUN bersedia melakukan pekerjaan membosankan dan menguras waktu, berusaha sekuat tenaga melebihi yang diharapkan dari mereka semata demi mempertahankan ikrar apapun, termasuk Cinta.

 

  • PENGARAH

Bagi PENGARAH pacaran bukanlah hiburan seperti kata PENJELAJAH atau acara sosial menurut PEMBANGUN, melainkan pengeluaran waktu dan energi. PENGARAH memandang percintaan lewat analisa kritis seputar motif, kebutuhan, harapan, dan konsumsi dana. PENGARAH mencari pasangan yang bertujuan sama, senang bertukar ide, membangun teori, serta berbicara mendalam tentang apapun yang menarik minat mereka. PENGARAH mendambakan seorang “Pendamping berpikir”. Karena bergaya terus terang dan cenderung cepat mengambil keputusan PENGARAH menyukai pasangan yang aktif menyimak, bisa menimbang berbagai alternatif, sigap menangani konflik, serta punya skil sosial yang terasah tajam. PENGARAH menganalisis emosinya sendiri dan coba menyembunyikannya. Itulah kenapa mereka mencari pasangan yang ekspresif atau centil menurut sebagian orang. PENGARAH malas dengan individu yang “Bossy” makanya mereka tertarik pada orang-orang yang fleksibel atau bahkan tidak tegas. PENGARAH terpikat oleh individu yang—seringkali NEGOSIATOR—memiliki empati dan intelektualitas kompleks untuk menghadapi kepribadian mereka yang kadang terlalu dominan. PENGARAH jarang berminat mengejar beberapa hubungan sekaligus. Sebaliknya, mereka lebih menginginkan diskusi mendalam seputar topik-topik intelektual hanya bersama seorang kekasih. Akibatnya banyak PENGARAH yang memiliki sedikit pengalaman pacaran selama muda dan mereka mungkin canggung bergaul. PENGARAH senang ambil-kendali. Mereka gemar berdebat, bersaing, dan tidak tahan dengan pembicaraan benar-salah. PENGARAH enggan menghadapi siapapun yang tidak membangkitkan minat mereka. Inilah yang membuat PENGARAH tidak mencari teman yang banyak. Tapi, perhatian PENGARAH akan mudah menempel pada individu yang mereka anggap berkualitas. Bagi PENGARAH berbagi secara intelektual itu seksi bahkan romantis.

PENGARAH tidak suka berubah pikiran. Itu karena sebelum memutuskan suatu hal mereka sudah mempertimbangkannya matang-matang. PENGARAH tidak terbiasa meninggalkan hubungan sekalipun itu kurang sesuai harapan mereka. Ini sebab PENGARAH tulus membuat komitmen pada kekasihnya. Saat sudah menemukan pasangan yang tepat PENGARAH akan mempersiapkan kegiatan-kegiatan romantis bersamanya. PENGARAH fokus pada apa yang pasangannya butuhkan walaupun itu hal-hal yang sulit. PENGARAH ingin merasa diperlukan. Mereka akan senang hati menyelesaikan apapun masalah kekasihnya. PENGARAH adalah yang paling jarang jatuh Cinta diantara keempat tipe kepribadian. Namun tipe sekunder PENGARAH juga memengaruhi apa yang mereka cari pada diri pasangan. PENGARAH secara umum sangat independen. Mereka hanya mengikuti aturan buatan sendiri. Karena menginginkan kebebasan mereka pun memberikan hal yang sama pada pasangan. Tapi, PENGARAH/penjelajah butuh lebih banyak kebebasan dan otonomi. Mereka mencari pendamping yang sama mandirinya khususnya yang senang menikmati waktu sendirian. PENGARAH/penjelajah menyukai pasangan yang berlaku seenaknya, memasabodoh aturan-aturan sosial, imajinatif, hobi bertualang, dan tidak menyaingi mereka. PENGARAH/pembangun adalah pemimpin. Sebagai PENGARAH mereka amat termotivasi untuk berhasil. Sebagai PEMBANGUN mereka adalah manajer yang ahli dalam tujuan-tujuan yang jelas. Bahkan dalam berpacaran mereka pun tahu apa yang dicari dan jarang mau menerima kurang dari itu. Merekalah yang paling sosial diantara PENGARAH. Mereka adalah yang paling mungkin menikmati formalitas kencan dibanding tipe PENGARAH lain. Mereka berpacaran dengan tujuan yang mantap. Namun, PENGARAH/pembangun bisa susah diselami lantaran mereka mampu menyembunyikan kepribadiannya yang rumit dibalik tirai ketenangan, logika, dan humor.

Sebagian besar PENGARAH cuma mengikuti segelintir adat percintaan. PENGARAH/negosiator khususnya boleh jadi tidak melihat nilai intrinsik apapun dalam formalitas berpacaran. Bahkan pernikahan, meski mampu diterima, dianggap PENGARAH/negosiator tidak sepenting perilaku pribadi pasangan mereka. Komitmen dan kesetiaan amat penting bagi mereka. PENGARAH/negosiator adalah yang paling romantis diantara para PENGARAH. Mereka memberi hadiah istimewa dan merayakan peristiwa romansa spesial dengan penuh kepekaan. PENGARAH sebenarnya bisa begitu sensitif pada tanda penolakan sehalus apapun. PENGARAH acap tahu dalam beberapa pertemuan saja apakah seorang teman kencan bisa jadi masa depannya atau tidak.

 

  • Negosiator

Tipe ini mencari pasangan yang mampu membentuk tautan sangat intim, bermakna, inspiratif, dan spiritual, seorang “Pendamping jiwa”. Ketika NEGOSIATOR menemukannya, mereka akan bekerja ‘tak kenal lelah membangun harmoni bersama sandingan beharga ini. NEGOSIATOR populer diantara keempat tipe kepribadian lantaran mereka apresiatif, mampu membaca perasaan orang, luwes, penyayang, empatik, dan kontemplatif. Karenanya jugalah NEGOSIATOR punya banyak pilihan kencan. Lantaran mereka begitu ingin tahu tentang manusia dan cenderung mudah percaya maka NEGOSIATOR dapat membentuk hubungan bermakna dengan cepat. Tapi, NEGOSIATOR sama seperti PENGARAH. Mereka lebih senang pacaran dengan satu orang saja supaya bisa menyelami relung-relung hubungan potensial tersebut dengan seksama. Kencan bagi NEGOSIATOR merupakan pencarian hubungan yang dalam dan autentik. Sebenarnya NEGOSIATOR lebih senang menghindari acara sosial saat ingin mengenal seseorang. Layaknya PENGARAH, mereka tidak suka membuang waktu untuk agenda sosial yang remeh, tidak relevan, dan membosankan. Malah, menurut mereka pesta menghalangi percakapan hati ke hati. Sebab, dari perbincangan inilah NEGOSIATOR senantiasa mencari pijakan intelektual dan emosional yang sama. Lewat kegiatan tadi pula mereka berharap dapat membangun jembatan menuju jiwa lain.

Itulah kenapa NEGOSIATOR tidak tahan dengan basa-basi yang tidak saling mengungkapkan perasaan. Karena NEGOSIATOR selalu membuka diri untuk semua pendamping potensial, mereka bisa amat terluka oleh penolakan. Sesungguhnya NEGOSIATOR adalah tipe yang sesekali bisa berhenti berpacaran untuk beberapa lama. Menurut NEGOSIATOR pacaran adalah penyerahan diri dan perjalanan jauh menuju jiwa lain—semua demi membangun ikatan selama-lamanya. Mereka menghindari konflik dengan pasangan dan rela melakukan penyesuaian diri besar-besaran guna memperkuat ikatan berharga ini. NEGOSIATOR senang berbagi perasaan yang paling pribadi dan menginginkan pendampingnya melakukan hal serupa. NEGOSIATOR adalah yang paling romantis dan lebih sering jatuh Cinta diantara keempat tipe kepribadian. NEGOSIATOR punya fantasi yang kaya. Mereka meng-ideal-kan dan menganggap kekasihnya sempurna. Lalu, saat NEGOSIATOR makin mengenal pendampingnya dan menyadari adanya cacat, fantasi mereka perlahan sirna. Perasaan-perasaan negatif mereka yang timbul selanjutnya bisa mencemari keseluruhan hubungan. Walau menjunjung harmoni dan kelekatan dengan pasangan tapi, NEGOSIATOR tidak suka individu yang menempel dan menuntut. Maka jika kekasih mulai meminta perhatian lebih dari semestinya, mereka bakal terbeban dan terpaksa memberikannya. NEGOSIATOR memang menghendaki kesatuan yang langgeng namun, dengan syarat tiap pihak harus menghormati kebutuhan masing-masing.

Tentu saja beda tipe NEGOSIATOR lain pula hasrat dan kebutuhannya. NEGOSIATOR/penjelajah tertartik pada individu yang berani, hobi bersenang-senang, dan menyukai petualangan. Seperti umumnya NEGOSIATOR, mereka pun mencari hubungan ‘tak berdasar bersama Cinta sejatinya. NEGOSIATOR/penjelajah bisa begitu menawan, menarik, dan ingin selalu menyenangkan orang sehingga mereka sulit dipahami. Mereka juga mungkin tidak mengenal diri sendiri lantaran punya banyak sudut kepribadian. NEGOSIATOR/penjelajah sanggup membawa banyak hal dalam hubungan mereka lewat percakapan imajinatif dan kreatif yang dibarengi pengalaman-pengalaman menarik. NEGOSIATOR/pembangun amat ahli menangani orang. Mereka simpatik dan taktis. Dengan penguasaan bahasa, antusiasme, dan kepekaan yang tajam NEGOSIATOR/pembangun bisa hangat serta menawan dalam kencan. NEGOSIATOR/pembangun adalah yang paling pragmatis dibanding NEGOSIATOR lainnya. Bagi mereka Cinta wajib ditanam dalam hubungan jangka panjang yang stabil. Mereka juga sangat tradisional lantaran berpendapat pertalian emosi ini harus berujung pada pernikahan. NEGOSIATOR/pembangun mendambakan pasangan yang membuat jadwal, mematuhi rencana, dan memiliki pandangan moral baku. NEGOSIATOR/pengarah bisa gamblang, praktis, dan analitis. Meski mereka tenang dalam situasi sosial tapi, NEGOSIATOR/pengarahlah yang paling mungkin dibanding tipe NEGOSIATOR lain untuk terlibat perbincangan yang kompetititf dan dengan tekun mengkaji berbagai ide, wawasan, dan kepercayaan. Pernikahan memang penting menurut sebagian besar NEGOSIATOR. Namun, ikrar sosial perkawinan tidaklah sesakral komitmen pribadi mereka yang mendalam bersama pasangan. Bagi NEGOSIATOR janji pribadi itulah ikrar pernikahan sesungguhnya—sedangkan, ritual-ritual eksternal tidak mengesahkan pengabdian mereka. NEGOSIATOR cenderung terlalu lama bertahan dalam hubungan yang buruk. Ini lantaran kekecewaan mereka kalah oleh rasa tanggung jawab, belas kasih, kesabaran, dan dorongan untuk menciptakan hubungan tanpa syarat (unconditional love).

Penyimpulan

            Tahu tempramen anda, teman, dan lawan jenis beserta aspek sosial yang memengaruhinya adalah langkah penting menentukan prinsip percintaan yang bijak. Ini dalam rangka pencarian pendamping yang secara sosiobiologis sesuai. Sebab sejoli yang sosiobiologisnya cocok minimal akan mudah menoleransi watak masing-masing. Mereka dapat mudah sependapat dan saling memahami pikiran pasangannya. Itupun kalau mereka tahu artikel ini. Posting ini saling menjalin dengan Tes Psikologi Jodoh. Jika kedua artikel bertautan ini dipahami seksama maka anda bakal tahu bahwa tidak ada perjodohan terbaik—yang ada hanya tipe kepribadian apa tertarik pada yang mana. Sebab, semua perjodohan ada kurang-lebihnya. Informasi tentang gaya romansa keempat kepribadian ini tidak langsung mempermudah PDKT anda—kecuali dalam perencanaannya. Mesti ada semacam “Penyingkiran topeng sosial” terlebih dulu sebelum anda bisa berkomunikasi murni dengan tempramennya. Topeng sosial ialah peran/tata perilaku yang masyarakat tertentu berikan pada tiap individu. Penyingkiran topeng sosial dianggap berhasil ketika dia nyaman menunjukkan jati dirinya di hadapan anda. Ketika komunikasi anda tepat menyentuh tempramennya mungkin saja dia akan tergila-gila.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “Psikologi Kepribadian” dan artikel Pacaran Tidak Mengobati Kesepian, serta banyak artikel lainnya.

 

Daftar Pustaka

Fisher, Helen (2011). Why Him, Why Her? Jakarta: Ufuk Publishing.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: