Tips Menyikapi Pendapat Orang Tentang Jomblo

Tips Menyikapi Pendapat Orang

Tentang Jomblo

 

            Artikel sebelumnya tentang Cara Menjadi Jomblo Keren adalah sedikit petunjuk bagaimana mengisi waktu melajang. Tapi, selama ini Ucihasantoso belum pernah mempublikasi tulisan seputar cara menanggapi opini sekitar soal kejombloan anda. Posting berikut dirasa penting guna mempertahankan tingkat evaluasi diri para jomblo. Tulisan ini pula dimaksudkan supaya tidak ada sakit hati yang tersimpan jika kelak orang meledek status kalian. Sebab sakit hati cuma bakal membuat anda menjaga jarak dan secara tidak langsung mengasingkan diri dari semua insan yang berpotensi menyinggung. Lebih jauh, hal tadi berisiko memunculkan kepicikan dan keras kepala.

 

Pengantar

            Saya adalah seorang PENGARAH yang secara genetik gemar berdebat (PENGARAH merupakan salah satu tipe kepribadian dalam posting Tes Psikologi Jodoh). Bukan lantaran emosi tapi, lebih karena tertarik pada dominasi dan sudut pandang orang lain. PENGARAH memiliki kecenderungan untuk berkompetisi atau dengan kata lain mengalahkan orang. Maka, sekali PENGARAH tahu detail suatu hal ada kemungkinan anda bisa dipermalukan jika berargumen dengan mereka. PENGARAH ialah tipe kepribadian yang paling kuat menghadapi isolasi. Aktivitas mental saja sudah cukup untuk menjaga mereka dari rasa kesepian. PENGARAH sulit memahami kenapa masyarakat takut pada “Kesendirian” dan menganggap itu sebuah penderitaan. PENGARAH amat pragmatis perihal romansa. Acap kali alasan kejombloan mereka terkesan klise bagi individu lain. PENGARAH umumnya bakal menanggapi ledekan terkait status jomblo mereka dengan debat. Kadang ini tidak produktif namun, diam serta hanya tersenyum juga kerap kurang membantu. Adakah cara yang pas guna merespons komentar sekitar terkait kejombloan anda? Posting ini dimaksudkan agar pembaca sebisa mungkin bijak menangani pendapat orang seputar kelajangan mereka.

 

“Aku pergi sebelum ditinggalkan. Akulah yang memutuskan.”

Brigitte Bardot 

 

Sistem Sosial

            Belakangan saya sedang membaca sedikit tentang ilmu komunikasi. Cukup menarik sebab ilmu ini merupakan pengembangan psikologi sosial yang menekankan pada pesan dan perangkatnya. Komunikasi juga mempelajari tentang upaya-upaya untuk menyampaikan pesan. Komunikasi tidak terlepas dari konteks sosial mereka. Komunikasi individu dipengaruhi oleh motif pelakunya. Menurut McClelland, interaksi antara manusia serta dunia sosialnya didasari oleh tiga motif: (1) prestasi, (2) afiliasi, dan (3) dominasi. Motif sendiri menurut Lindzey, Hall, dan Thompson diartikan sebagai sesuatu yang menimbulkan tingkah laku. Motif yang banyak mendorong perilaku komunikasi remaja umumnya adalah afiliasi dan dominasi. Ini terlihat pada kecenderungan anak muda untuk senantiasa mencari persetujuan (afiliasi) serta membuat orang lain terkesan (dominasi).

            Remaja ingin jadi bagian suatu kebudayaan tertentu guna menjamin legitimasi identitas dan segenap tindakan mereka. Dengan kata lain, remaja bakal sebisa mungkin mengikuti paham kebudayaan tersebut dalam semua aspek hidup, termasuk romansa. Bagi anak muda kampung, Cinta mungkin bukan tujuan utama melainkan sanggamanya. Mereka tidak berpikir serumit remaja kota. Karena memang rata-rata anak muda kampung menganggap masa depan/nasib tidak akan banyak berubah. Maka, bisa dipahami kalau mereka hanya sekolah sejadinya dan menikah lepas SMP atau SMA. Berdasarkan semua fakta ini tidak salah kalau anak muda kampung menganggap jomblo sebagai aib. Lantaran barangsiapa yang jomblo berarti akan belakangan menikah atau tidak bisa bercumbu layaknya teman yang lain. Patut diingat bahwa berita di kampung sangat cepat menyebar serta agak memalukan jika yang tersiar itu hal yang aneh (i. e menjomblo)!

            Walau mungkin jomblo merupakan bahan cemoohan tapi, ada perbedaan penyebab kenapa begitu diantara remaja kampung dan kota. Masyarakat kampung memiliki lingkungan sosial yang terbatas maka, isu jomblo boleh jadi lebih dimaksudkan untuk penyeragaman populasi (menciptakan kepatuhan). Konsekuensi bagi mereka yang tidak mau menganut pemikiran mayoritas di kampung adalah pengasingan atau hinaan. Gaya komunikasi yang digunakan untuk memperlakukan para jomblo di kampung pun utamanya berupa ledekan. Itu cukup lain dengan remaja kota yang merendahkan jomblo karena motif dominasi. Anak muda kota cenderung risau pada reputasi, prestasi, serta kedudukan teman sebayanya. Remaja kota terobsesi untuk mengungguli semua orang dalam lingkaran sosialnya. Mereka berusaha sebisa mungkin agar tidak jadi bahan ejekan. Bila bukan orang kaya, remaja kota akan berusaha menunjukkan bahwa pergaulan mereka luas. Kalau anak rumahan, remaja kota bakal memperlihatkan jika pengetahuannya tentang hiburan, sains, atau politik sangat bagus. Dapat disimpulkan bahwa anak muda kota menggunakan “Keteladanan” dalam komunitasnya masing-masing sebagai cara merengkuh pengakuan sosial.

            Anak muda kampung mungkin cuma bakal menunjukkan bahwa mereka bukan jomblo tapi, remaja kota butuh lebih dari itu. Anak muda kota ingin memberitahu semua orang kalau pacar mereka cantik, punya mantan banyak, selalu berani mengajak bicara cewek, dan tahu cara menyenangkan pasangan. Desakan untuk mendominasilah yang membuat romansa remaja kota kian membingungkan. Menilik semua uraian di atas, kiranya jelas tujuan ledekan jomblo yang dilontarkan kedua golongan anak muda barusan. Cukup cari tahu di mana mereka tumbuh besar! Sebab, dengan begini kalian bisa meraba tanggapan mereka tentang jomblo.

            Gaya individu menyikapi isu jomblo juga terkait dengan keyakinan yang mereka pegang. Teori komunikasi ini merujuk pada paham konstruktivisme George Kelly di mana manusia dinyatakan memahami/menginterpretasi pengalamannya lewat pengelompokan beragam peristiwa menurut kesamaan dan diferensiasinya (i .e besar-kecil; baik-jahat; tinggi-rendah). Skema pengategorian ini terus berkembang seiring kedewasaan. Konstruk atau keyakinan seseorang dipelajari lewat interaksi sosial. Budaya dapat memengaruhi cara individu menentukan tujuan komunikasi beserta tipe konstruk yang seyogianya digunakan. Manusia yang metode interpretasinya berkembang baik akan melihat lebih banyak perbedaan di kesehariannya ketimbang mereka yang tidak.

            Luasnya konstruk anda ditentukan pula oleh kompleksitas kognitif. Inilah yang membedakan sifat serta gaya komunikasi tiap manusia. Kompleksitas kognitif bahkan juga turut memvariasi antarbagian dalam tatanan konstruk seseorang. Misalnya pakar matematika tapi punya pemahaman simpel tentang politik, hubungan sosial, atau kuliner. Individu berpikir dengan tingkat kecanggihan beragam untuk masing-masing topik pengetahuan. Jadi tidak heran bila ada orang yang amat pintar lagi terpelajar namun menyamaratakan antara jomblo dan lajang. Individu dengan tingkat kognitif sederhana akan cenderung menilai orang lain secara sepihak, contohnya berdasarkan stereotip gender atau kesukuan. Mereka terbiasa menyederhanakan semua hal. Maka, agak penting untuk mengobrol “Ngalor-ngidul” dengan seseorang dalam rangka menganalisa kerumitan pemikirannya. Ini pula supaya timbul rasa “Maklum” pada diri anda kalau berbicara asmara dengan mereka.

 

Respons

            Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pendapat romansa seseorang dibentuk oleh konstruk yang dimiliki. Individu menggunakan alur atau prosedur berpikir tertentu—yang merupakan bagian dari konstruk personal—sebelum menanggapi suatu hal. Insan berkonstruk kompleks cenderung memerhatikan/menilai siapa lawan bicara atau pendengar mereka sebelum mengemukakan pesan. Namun, penilaian tersebut tidak sepenuhnya baik atau tergantung pada konstruk yang ia punya. Komunikator ulung tidak mengandalkan apriori untuk mengidentifikasi komunikannya. Mereka bakal bertanya/mendengar dulu (aposteriori) guna menyimpulkan siapa yang tengah dihadapi. Contohnya saat mengetahui teman mengobrolnya adalah jomblo mereka tidak akan langsung menertawai, mengejek, atau menceramahi melainkan, bertanya dulu “Kenapa?”. Sayangnya kita tidak bisa mengharapkan semua individu begitu. Lalu bagaimana jika yang kita temui adalah komunikan yang apriori?

            Karena beberapa dari mereka adalah orang yang sangat yakin pada kecerdasannya maka sebaiknya anda diam saja! Tanggapi mereka dengan senyum ramah! Biasanya individu-individu ini akan menceritakan keunggulan percintaannya ke anda. Itu mungkin dalam rangka menguatkan penilaian mereka atas kalian. Kebanyakan mereka yang begini adalah orang yang mudah menghakimi. Kasus lain, bila anda sedang di tengah teman-teman yang punya pacar dan ditanya status asmara, jawab saja jomblo! Beri sedikit alasan pribadi lalu, simak komentar mereka! Setelahnya diamlah! Tunggu waktu untuk membuktikan bahwa anda pandai menjalin percakapan dengan perempuan! Mungkin lebih bagus lagi kalau yang diajak mengobrol nanti adalah pacar kawan anda. Tunjukan bahwa kalian sanggup membuat cewek itu senang serta terhibur! Sesekali anda juga dapat mendemonstrasikan di depan teman bagaimana asyiknya mengajak kenalan cewek. Tidak ada salahnya sedikit pamer keberanian dan skil sosial. Kalau yang meledek kejombloan kalian adalah orang-orang yang lebih tua, lihatlah apa mereka punya anak atau saudara gadis yang lumayan! Jika ada, pikatlah ia pada pandangan pertama lalu biarkan si cewek ini sendiri yang menceritakan daya tarik anda pada orang-orang tuanya! Bisa jadi yang tadinya mencibir malah bakal menjodohkan kalian.

 

*Artikel ini mengutip rujukan e-book “Motif Sosial” serta banyak artikel lainnya.

 

Daftar Pustaka:

Carnegie, Dale & associates (2012): How to Win Friends & Influence People In The Digital Age. Jakarta: Gramedia.

Cervone, D. & L. Pervin (2012). Kepribadian: Teori dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika.

Fisher, Helen (2011). Why Him, Why Her? Jakarta: Ufuk Publishing.

Morissan (2013). Teori Komunikasi Individu Hingga Masa. Jakarta: Kencana.

Sarwono, Sarlito (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: