Pertimbangan Dasar Mengambil Keputusan Romansa

Pertimbangan Dasar

Mengambil Keputusan Romansa

 

            Cinta adalah perkara esensial kaum remaja. Hubungan asmara bagi anak muda belakangan tidak lagi semata kebutuhan batin melainkan sudah berkembang ke arah ekspresi identitas. Tidak jarang pula problema romansa yang sebenarnya bukan urusan utama remaja di fase pendewasaan malah membahayakan keberlangsungan masa depan mereka. Ini biasa terjadi karena adanya kesalahpahaman terkait tujuan sebenarnya dari asmara. Contohnya remaja yang berpikir bahwa pernikahan berawal dari kemampuan berpasangan. Padahal realitanya, rumah tangga diinisiasi oleh keberanian melamar kekasih dan mempertanggungjawabkan pilihan. Anak muda juga sering galau lantaran susah mengerti dan membahagiakan pacarnya. Kesukaran ini pula masih dilatari kekeliruan pemahaman romansa. Melihat fenomena di atas, sewajarnyalah remaja, khususnya yang telah menginjak masa dewasa awal, menciptakan konsep percintaan yang rasional dan sesuai karakter pribadi.

 

Pengantar

            Apakah anda harus mendekati dia; memberi perhatian lewat cara bagaimana; prinsip menyelesaikan kisruh percintaan merupakan sekelumit kompleksitas asmara. Masalah romansa terjadi ketika suatu atau beberapa hal menyimpang dari model yang ditetapkan. Misal: Cewek tetap mengacuhkan anda walau sudah dipersuasi habis-habisan. Solusinya bisa dibilang tidak gampang lantaran kita membutuhkan keterangan yang memadai sebelum dapat menyimpulkan penyebab dan mengambil tindakan yang dibutuhkan. Anak muda utamanya cowok amat segan mencari informasi terkait lawan jenisnya. Sebab jika melakukannya ego mereka bisa hancur karena, secara tidak langsung mengakui keawaman perihal perempuan. Sudah saatnya cowok berani menyingkirkan keyakinan-keyakinan kontraproduktif soal Cinta. Artikel ini ditulis bukan hendak menggurui, melainkan hanya ingin bertukar pikiran seputar pengetahuan romansa.

 

“Barang siapa yang tidak gelisahan (sesungguhnya) dia tak’ sedang jatuh Cinta.”

Pepatah Italia

 

Kerangka Berpikir

            Analisis pengambilan keputusan asmara tergolong rumit lantaran terkait untung-rugi serta perasaan. Romansa tidaklah konkret dan bisa diperbandingkan antarindividu karena menyangkut interaksi. Romansa lain dengan kompetisi atau pencapaian. Romansa sebetulnya cuma muara dari kepentingan intra- serta interpersonal. Jadi bisa dikatakan kualitas hubungan Cinta seseorang berbanding lurus dengan perkembangan kepribadian. Kesimpulan barusan otomatis pula mengungkap faktor-faktor yang merintangi romansa.

            Menangani masalah romansa dimulai dari mencari tahu gambaran karakter anda dan pasangan, yang dilanjutkan dengan pengumpulan informasi seputar situasi aktual hubungan. Kenapa begitu? Kenapa tidak praktis merujuk pada pengalaman orang? Karena jika pasangan berkepribadian A dan B dalam suasana 4 memiliki masalah komunikasi mungkin bakal membutuhkan solusi VI. Namun, sekalipun tipe suasana dan masalah sama kalau jenis karakter sejolinya beda boleh jadi pemecahannya pun lain. Tiap faktor bisa memengaruhi bagaimana penyelesaian yang nantinya diambil. Walau paparan tadi terdengar jelimet tapi, kerap kali pula problema yang dihadapi cukup remeh namun didramatisir sebab dimplikasikan ke hal yang kurang masuk akal.

            Masalah utama Cinta biasanya tidak jauh dari penanggulangan jomblo, PDKT, dan mempertahankan hubungan. Sebelum mengumpulkan beragam informasi sebaiknya kita bertanya dulu. Contoh: Apa salahnya menjomblo? Kenapa takut dibilang Jomblo? Bagaimana gaya PDKT saya? Untuk siapa jalinan Cinta ini sesungguhnya? Apa yang benar-benar saya butuhkan dalam romansa? Begitu kita tahu jawabannya, bakal lebih mudah mencari bantuan dan petunjuk terhadap segala belitan kegalauan.

            Modal terpenting lain dalam membuat pertimbangan asmara adalah ketenangan. Sebab sebanyak apapun jalan keluar tidak bakal terlihat jika anda gelisah atau bahkan panik. Anda harus menyediakan waktu untuk menentramkan diri saat diterpa problema! Cobalah agar tidak membanjiri pikiran dengan terlalu banyak skenario mengerikan! Lalu bagaimana jika kekasih yang dihadapi kelakuannya masih labil? Apa yang diperlukan adalah toleransi atau kesabaran. Toleran adalah sikap menerima perbedaan atau simpangan sampai batas tertentu; sabar adalah sikap tabah dan tidak terburu-buru bereaksi. Kedua sikap di atas mungkin tidak akan persis mengantarkan pada target yang anda inginkan. Tapi bisa dipastikan dengan berlaku begini anda bakal mendapat nilai plus dari pasangan.

 

Asumsi

            Hidup manusia senantiasa diisi oleh keingingan dan kebutuhan. Permasalahan asmara juga sering datang dari selisih antara kedua hal tadi. Contohnya cewek yang butuh pacar, begitu sudah punya lantas membuat tuntutan supaya kekasihnya berlaku sesuai kehendaknya. Jika remaja belum menyadari itu sepenuhnya, komunikasi tipe apapun berpotensi gagal. Berikut, adalah beberapa poin fundamental pemecahan problema romansa:

 

  1. Bentuk hubungan

Abang teman saya yang kemarin baru pulang S2 dari Selandia Baru menceritakan bagaimana orang Barat memandang romansa. Status warga negara di sana dibedakan jadi dua: Lajang dan berpasangan. Lajang terbagi atas dua: Duda/janda serta bujang/gadis. Berpasangan juga terdiri dari dua: Menikah dan pacaran (partnership). Pacaran bagi orang Barat beda dengan kencan. Pacaran orang Barat mungkin dalam istilah kita lebih mirip “Kumpul kebo”. Orang barat sudah membuktikan bahwa pacaran dan menikah itu dilandasi niat yang berbeda. Jika kita menilik bagaimana ritus romansa remaja umumnya mungkin lebih tepat digolongkan sebagai kencan. Anda mesti berani mengatakan ke mana nantinya arah hubungan! Jika hanya mau senang-senang, polemik apapun yang ke depan dihadapi sudah seyogianya tidak terlalu diambil pusing. Namun bila memang anda punya target dan tenggat asmara yang hendak dipenuhi maka seriuslah menyikapi aral hubungan!

Acap kali juga status dapat memberi tekanan pada orientasi romansa individu. Ini bisa pelik kalau status itu tak’ disertai ikatan. Seseorang yang tadinya berhubungan untuk mencari kesenangan dapat berbelok tujuannya jadi menunjukkan dominasi terhadap pasangan. Status seolah memberikan hak dan tugas baru pada individu. Contohnya: Cowok yang merasa punya kuasa melarang ceweknya berbuat sesuatu dengan alasan yang kurang masuk akal dan cenderung emosional. Padahal cowok ini bukan suaminya atau siapapun yang sudah menafkahi dan berperan besar dalam hidup si cewek. Cewek yang menganggap situasi ini simulasi rumah tangga jelas bakal mengalami kemelut antara patuh dan menikmati kebebasan. Perilaku cowok barusan dapat dianggap arogan. Wajar kalau ujungnya cewek jengah lalu mengabaikan ajakan komunikasi pacarnya. Sebelum segalanya kepalang runyam maka, lekaslah anda sadar konteks hubungan supaya kian terang tindakan yang perlu dilaksanakan!

 

  1. Sudut pandang

Salah berat jika anda menganggap cewek sebagai pihak yang harus dikalahkan, dijinakkan, atau ditaklukkan. Sebaliknya pula, kalau anda kelewat mendewakan perempuan hubungan ke depannya bisa kacau serta menyiksa. Saat bingung harus bagaimana menyikapi cewek, ada bagusnya anda coba berpikir seperti mereka. Isi kepala cewek tidak terlalu jauh beda dengan cowok. Kalau kata-kata mampu menyakiti anda begitu pula pada hati mereka. Tidak semua cewek sensitif, haus perhatian, atau cengeng. Jangan mudah percaya stereotipe! Ketahui detail watak mereka! Lewat cara itu anda tak’ perlu terlalu dangkal berspekulasi melainkan lebih ke meramalkan.

 

  1. Ekspektasi romansa

Percaya atau tidak banyak sumber masalah di dunia ini bermula dari harapan yang berseberangan dengan kenyataan. Persiapan gila-gilaan tapi peminatnya sepi; usaha setengah mati hasilnya nihil; PDKT manis-romantis namun ditolak dan masuk zona teman. Cowok mesti pandai membaca tanda—walau sekalipun itu dikeluarkan secara tidak sadar! Karena dengan mencermati dinamika akan terbentuk paradigma yang realistis. Galilah informasi kepribadian anda! Barangkali ada setumpuk hal yang lupa anda ketahui. Mengerti kekurangan, kelebihan, potensi, dan lingkaran sosial sendiri merupakan langkah awal menetapkan sasaran romansa. Sebab, orang yang mengenal dirinya tidak akan pernah sombong atau sebaliknya inferior. Cowok yang tau diri menghindari terlalu sering menuntut pasangannya—lantaran dapat jadi benih problema. Sebagai gantinya cowok bisa lebih sering menunjukkan alasan kenapa cewek beruntung mendapatkan mereka. Kalau cara ini tetap tidak membuat ia menghargai dan berhenti menyusahkan anda sebaiknya tinggalkan saja!

 

  1. Keterlibatan masing-masing pihak

Kadang kita perlu meninjau peran sejoli dalam sebuah hubungan. Apakah ini romansa interaktif atau berat sebelah. Romansa yang hanya dihidupkan oleh seseorang tanpa diimbangi andil kekasihnya bakal sangat membosankan. Si dia kerjanya cuma menerima lalu tidak mau tahu dari dan bagaimana anda mendapatkannya. Mungkin bukan karena tidak Cinta ia begini tapi lebih gara-gara gengsi, manja, serta sifat kekanak-kanakan. Keadaan barusan adalah masalah sesungguhnya. Jangan marah! Jangan coba mengubah dia! Pertanyakanlah, “Apakah saya sanggup beradaptasi?”! Polemik pula dapat muncul ketika cowok menyerahkan seluruh wewenang pengambilan keputusan pada cewek. Maksudnya mungkin supaya cewek senang bisa melakukan semau mereka. Namun, wasdapalah! Sebab yang anda alami kelak hanyalah pelecehan. Cowok yang terlukai hatinya tidak akan berbuat banyak lantaran jika melawan ia takut kehilangan dan akhirnya jadi jomblo. Direndahkan cewek itu tidak seberapa, toh cowok yang senasib juga ramai, tapi menjomblo itu yang (bagi mereka) paling hina. Cowok harus mampu menilai seerat apa interaksi yang telah dibangung bersama ceweknya! Supaya ke depannya tersedia segudang tawaran solusi.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “Pengambilan Keputusan” serta banyak artikel lainnya.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: