Tes Psikologi Cinta (2)

Tes Psikologi Cinta (2)

 

            Tes berasal dari bahasa Latin testum, yang artinya alat ukur tanah. Dalam bahasa Perancis kuno tes berarti ukuran yang digunakan untuk membedakan emas dan perak dari logam-logam yang lain. Tapi lama-kelamaan arti kata tadi menjadi lebih umum, karenanyalah sampai sekarang belum ada keseragaman pendapat ahli mengenai apakah tes itu. Dalam psikologi, kata ini mula-mula digunakan oleh J.M. Cattell pada 1890. Peters dan Shetzer merumuskan tes psikologi sebagai suatu prosedur sistematis untuk mengobservasi tingkah laku individu serta menggambarkannya melalui skala angka atau perangkat kategori. Keberhasilan penggunaan tes psikologi dipengaruhi oleh latar belakang budaya, sosial-ekonomi, pendidikan formal, dan persiapan atau pengalaman individu mengenai pengujian yang pernah dialaminya. Ini sebab semua latar tadi menentukan seseorang dalam memahami instruksi serta maksud tes yang hendak dijalaninya. Tes psikologi romansa bagi remaja atau dewasa awal pun mesti dibuat sesuai agar akurat menggambarkan perilaku sebenarnya.

    

Pengantar

Ucihasantoso belakangan tengah menyoroti “Generasi ragu” di kalangan anak muda. Golongan ini bingung mau diapakan hidup mereka. Kuliah semata karena semua teman sebaya melakukannya (ikut-ikutan); begitupun dengan Cinta yang ‘tak lain merupakan bagian dari kepatuhan pada budaya anak muda (Youth Culture). Pandangan di atas sesuai teori James S. Coleman yang menyimpulkan bahwa remaja yang termarjinalkan—karena bukan lagi anak-anak tapi juga belum dewasa—butuh pegangan norma baru. Maka itulah mereka menciptakan budaya sendiri sebagai legitimasi serta tolok ukur tiap tindakan. Teori ini pula secara implisit menyimpulkan bahwa semua generasi punya ciri budayanya masing-masing. Contohnya generasi kita sekarang yang hidupnya banyak diwarnai media sosial; yang cewek berbondong-bondong pakai behel; yang pacaran harus pakai acara tembak-tembakan. Ini jelas beda dengan tren para pendahulu kita atau bahkan anak muda di masa depan. Cinta sebagai hal ‘tak terpisahkan dari remaja di waktu mendatang mesti pula beradaptasi ke tingkat yang lebih individual. Sehingga orang makin paham bahwa ini merupakan interaksi perasaan pribadi ketimbang rujukan pengakuan sosial. Posting kali ini akan coba membantu anda mengidentifikasi diri atau pasangan lewat dua tes.

 

“Layaknya cacar air, Cinta paling bahaya jika datang terlambat dalam hidup.”

Lord (George Gordon) Byron

 

Persiapan

            Sediakan kertas dan pena atau HP untuk mencatat jawaban! Jangan terka maksud dari tiap pertanyaan! Cukup isi menurut pilihan hati anda! Sudah siap? Mari kita mulai tesnya!

 

Tes Kecanduan Hubungan

Pengukuran ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kebutuhan anda terhadap hubungan asmara. Pilihlah jawaban yang menurut anda paling pas!

Ketika jujur mengenai diri dan hubungan, saya lebih mungkin untuk percaya bahwa … (1)

a. Saya ‘tak akan mampu bertahan tanpa hubungan ini.

b. Saya butuh hubungan ini tapi, jikapun harus berakhir demi kebaikan itu tidak apa-apa.

c. Saya bakal baik-baik saja bila hubungan ini hancur.

 

Ketika jujur mengenai diri dan hubungan, saya lebih mungkin untuk percaya bahwa … (2)

a. Saya tidak berharga dan kadang heran kenapa pasangan masih tetap mau bertahan.

b. Kami memiliki harga yang sama serta merasa beruntung mendapatkan pasangan.

c. Si dia beruntung bisa memiliki orang seberharga saya.

 

Secara umum, saya menganggap hubungan selama ini … (3)

a. Menunjukan keintiman/kedekatan satu sama lain.

b. Cenderung datar serta biasa saja.

c. Ada jarak antara saya dan pasangan.

 

Saya sesekali merasa bahwa hubungan ini … (4)

a. Menunjukkan bahwa saya hidup/eksis.

b. Ada untuk membantu saya.

c. Tidak lebih dari sebuah status.

 

Secara umum, saya harus mengakui … (5)

a. Saya tergantung pada hubungan ini.

b. Saya membutuhkan hubungan ini.

c. Saya tidak tergantung pada hubungan ini.

 

Secara umum, saya cenderung merasa … (6)

a. Bingung, kurang fokus, dan agak susah berpikir jernih.

b. Mampu berpikir jernih serta merasa benar sesuai tujuan.

c. Cuek dan kurang memerhatikan hubungan.

 

Secara umum, komunikasi yang terjalin dalam hubungan ini (i. e mengenai siapa saya, apa yang disukai, serta hal yang diinginkan dari romansa) adalah … (7)

a. Kelewat sering tidak jujur.

b. Sangat jarang tidak jujur.

c. Selalu berusaha jujur.

 

Dalam hubungan ini saya … (8)

a. Secara hati-hati memonitor kesan yang diberikan pada pasangan.

b. Bertindak spontan saja, apa yang dirasa itulah yang diungkapkan.

c. Bertindak apa adanya sejalan dengan hal yang saya anggap baik.

 

Seiring waktu saya mesti menjadi … (9)

a. Lebih menuntut pasangan untuk terus bersama.

b. Mulai terikat pada pasangan.

c. Tidak meminta banyak dari pasangan.

 

Secara umum, saya merasa hubungan ini memiliki ciri … (10)

a. Fokus pada (kepentingan) saya.

b. Fokus pada tujuan hubungan itu sendiri.

c. Fokus pada status yang tengah dijalani.

Perhitungan

Beri nilai untuk tiap pilihan seperti berikut: a = 3, b = 2, dan c = 1! Lalu totalkan mereka dan cocokan dengan golongan yang tersedia di bawah!

 

Rentang 10-17

Anda menganggap hubungan cuma sebatas pelengkap (atribut), status, serta tidak terlalu penting untuk dijalani. Anda mudah melepas hubungan tersebut dan kurang serius membinanya.

 

Rentang 18-24

Anda merasa butuh sebuah hubungan tapi tidak mau memaksakannya. Anda orang yang cukup ideal untuk menjalin romansa yang baik. Bagi anda hubungan ideal adalah yang saling membangun tanpa harus ada pengekangan.

 

Rentang 25-30

Anda mulai terikat pada suatu hubungan, berhati-hatilah! Cobalah kembali ke tujuan awal jalinan tersebut! Jangan terlalu tergantung pada hubungan ini! Karena Cinta yang kelewat mengikat dan menjadi candu bakal merugikan kedua belah pihak.

 

Tes barusan bukan untuk menjelaskan kepribadian melainkan, sebagai petunjuk kecenderungan romansa anda saat ini. Contohnya orang dengan rentang nilai 10-17 bukan tidak mungkin naik jadi 25-30 bila ia menemukan pasangan yang cocok. Tapi, hasil tes ini pun kadang bisa jadi indikator adanya sifat mudah atau takut kesepian, posesif, dan prinsip tidak mau repot berlarut menjalin asmara.

 

Tes Kedekatan Terhadap Pasangan

            Pengujian berikut bermaksud melihat seberapa dalam anda mengenal pasangan. Tanggapilah dengan jujur tiap peryataan di bawah dengan “Ya” atau “Tidak”!

1. Saya dapat menyebutkan nama depan teman terbaik si dia.

2. Saya tahu apa yang belakangan membuat si dia stres.

3. Saya tahu nama beberapa orang yang belakangan telah membuat si dia tersinggung.

4. Saya dapat menyebutkan beberapa cita-cita si dia.

5. Saya hafal filosofi hidup di dia.

6. Saya bisa menulis daftar nama rekan-rekan si dia.

7. Pasangan mengenal diri saya dengan baik.

8. Ketika kami terpisah, saya sering memikirkan dia dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

9. Saya sering menyentuh dan memeluk pasangan dengan penuh perasaan.

10. Si dia benar-benar menghormati saya.

11. Ada api yang menyala dan gairah yang berkobar dalam hubungan kami.

12. Romantisme adalah bagian dari hubungan kami.

13. Si dia senantiasa menghargai hal yang saya lakukan dalam hubungan ini.

14. Secara umum, si dia menyukai kepribadian saya.

15. Hubungan kami sangat menyenangkan.

16. Komunikasi yang bersama dijalin membuat kami bahagia.

17. Si dia adalah teman terbaik saya.

18. Saya dan dia baru saja membicarakan Cinta kami pada satu sama lain.

19. Ada banyak menerima dan memberi dalam semua diskusi kami.

20. Si dia mendengar saya dengan penuh hormat sekalipun kami tidak saling setuju.

21. Si dia biasa memberi bantuan besar dalam penyelesaian masalah.

22. Secara umum, nilai-nilai dan tujuan hidup kami cocok.

 

Hasil

            Jika jawaban “Ya” berjumlah 15 atau lebih, berarti hubungan kalian relatif kuat. Bisa dibilang anda cukup dekat dan mengenal pasangan. Hubungan kalian berpotensi stabil dan terus membahagiakan. Bila jawaban “Ya” sekitar 8-14, ini adalah waktu yang penting bagi kalian. Ada banyak kekuatan yang harus dibangun guna mengokohkan hubungan ini. Terdapat pula beberapa hal perlu diperhatikan menyangkut anda, dia, dan hubungan tersebut. Jika anda mau lebih bahagia dan stabil dalam berhubungan, usahakan untuk selalu mendorong kedekatan dengan pasangan! Kalau jawaban “Ya” sekitar 7 atau kurang, hubungan kalian sedang bermasalah. Secepatnya perbaiki hubungan tersebut supaya stabil dan menyenangkan! Upayakan kenali pasangan dengan lebih baik! Sebab makin anda kenal siapa si dia, kian mudahlah untuk menciptakan hubungan yang memuaskan.

 

*Artikel ini mengutip rujukan artikel Tes Psikologi.

 

Daftar Pustaka:

Sarwono, Sarlito (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

PsikologID (2013). Who Am I? Jakarta: Tangga Pustaka.

 

Posting terkait:

Tes Psikologi Cinta (1)

Tes Psikologi Jodoh

  1. November 19th, 2014
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: