Memanfaatkan Daya Pikat Untuk Pengembangan Diri

Memanfaatkan Daya Pikat

Untuk Pengembangan Diri

 

            Ucihasantoso memandang tiap masalah asmara yang dihadapi individu memliki satu kesamaan, yakni orang itu sendiri. Apa yang mesti diubah dalam hubungan bukan pasangan/keadaan melainkan diri anda. Dunia merespons sebagaimana kita berperilaku. Itu berlaku pula pada daya tarik nonlahiriah. Ini bukan soal anda menyikapi mereka. Tapi lebih ke cara menerka bagaimana orang melihat dan memantaskan tindakan pada anda. Daya pikat dimulai ketika anda sanggup menyesuaikan antara peran dengan tuntutan masyarakat. Contoh: Mahasiswa harusnya terpelajar, sopan, dan pintar; cowok seyogianya bertanggung jawab serta kalem.

 

Pengantar

            Kehidupan sosial layaknya kompetisi atau bahkan medan perang. Semua insan berupaya melancarkan beragam taktik guna memenangkan kepentingan mereka. Seperti kata Sun Tzu, “Militer yang menang sudah menang lebih dulu, baru bertempur. Militer yang kalah, bertempur dulu baru mencari kemenangan.”, Ucihasantoso tidak menghendaki sikap reaktif dan “Easy going”. Buatlah persiapan! Anda harus bersedia mengenali diri dan sekitar; menekuni bakat; berani menanggung risiko agar mampu memaksimalkan potensi. Tidak sedikit orang yang menyesal lantaran telat menyadari itu. Artikel ini hendak mengajak anda teratur memfungsikan daya tarik sehingga mapan terjun ke realitas.

 

“Bisakah ada Cinta yang tidak membuat tuntutan pada objeknya?”

Confucius

 

Perjuangan

Orang yang menarik relatif punya jalan hidup lebih baik. Daya tarik tentunya ‘tak hanya ditentukan fisik tapi juga sikap dan sifat. (1) Individu yang sadar dirinya memesona kadang narsis lagi menyebalkan; sesekali mereka sesumbar tentang pencapaian dan kisah Cinta. Dapat dimaklumi, bisa jadi memang mereka butuh pengakuan sosial untuk terus memupuk ego. (2) Orang yang kerap dianiaya/diejek juga punya kecenderungan melampiaskan kemarahanya dengan mempelajari mekanisme daya pikat. Tekad mereka bulat untuk mengungguli para pencemooh di bidang romansa.

Golongan ini mungkin berhasil membuktikan diri tapi, malangnya ‘tak satupun pencemooh tadi yang peduli. Jadilah mereka berkoar-koar tiada henti di media sosial memamerkan kemajuan romansa. Tujuanya guna menegaskan bahwa “Kalian salah dan saya benar”. Pembawaan mereka sekarang yang tengil malah mengundang lebih banyak penghujat. Ucihasantoso tidak mau anda seperti itu. Ucihasantoso ingin pembacanya belajar meredakan kecemasan dan mengikis dendam pribadi.

Kita mendalami romansa bukan karena ingin menonjol, apalagi hanya demi pacaran. Bila cuma untuk itu, mending anda minta “Channel” saja ke kawan! Kita menghayati Cinta supaya selamat serta beruntung dalam bermasyarakat. Ini lantaran tiap detail romansa dapat diinduksi ke dalam kejadian apapun dalam hidup, begitupun sebaliknya. Kedua tipe di atas rusak sebab masih berkutat sekitar perempuan dan asmara. Kita harus punya tujuan lebih dari mereka! Jadikanlah membangun diri serta berbenah untuk masa depan sebagai misi utama anda!

Sekalipun, kita tahu, tiap usaha untuk memajukan diri dan mengejar mimpi penuh rintangan. Namun, tantangan-tantangan berat yang telah diselesaikan bakal mendefinisikan siapa anda di masyarakat. Selama proses itu, anda dapat menyerah dan mengambil hadiah kecil atau sebaliknya maju terus hingga berjaya. Berikut, adalah beberapa penyemangat bagi anda yang mau tetap berjuang mengembangkan daya tarik:

 

1.     Ketakutan hanya sementara

Mungkin anda merupakan insan sederhana yang kuliah atau tumbuh besar di kalangan borjuis. Orang tua mereka adalah sosok-sosok yang terpandang, berkedudukan, serta kaya. Ini membuat anda segan bersaing dengan mereka. Pergaulan timpang masa remaja anda ini ternyata memengaruhi efikasi diri. Anda lazim menyaksikan untuk menggaet cewek yang (maaf) standar saja modalnya mesti besar. Akibat pembiasaan tadi anda kerap mensabotase peluang untuk berhasil PDKT—bahkan sampai menurunkan kualifikasi cewek idaman.

Seperti yang saya bilang di atas soal induksi detail romansa, anggapan seseorang tentang penampilan, keahlian, atau kecerdasan yang ‘tak mungkin berubah bakal menstimulasi logikanya untuk terus menghasilkan prestasi seadanya. Mereka takut memulai karena mempersepsi dirinya kurang mampu meraih perolehan ideal. Padahal bila perspektif diubah, bukan hasil yang patutnya dituju melainkan pengalaman mengalahkan kecemasan awal. Ini merupakan permulaan penting sebelum mengasah keahlian dan daya tarik.

 

2.     Jangan redupkan visi

Halangan cita-cita bukan hanya datang dari luar, tapi pula dari dalam pikiran. Anda tidak boleh gentar mempertahankan mimpi! Ada prinsip-prinsip yang pantang dikompromi jika ingin tetap di jalur benar. Ini didasarkan pada pengalaman orang-orang keren yang telah sukses. Contohlah ketegaran dan fokus mereka! Lihat apa yang mereka korbankan! Bayangkan apa reaksi anda jika mengalami cobaan seperti mereka! Semoga itu bisa jadi simulasi hingga akhirnya keyakinan anda kukuh.

 

 3.     Semua yang pantas dilakukan memerlukan waktu

Memoles daya tarik adalah penerapan sains dan kerja keras sepanjang saat. Hindari instanitas! Sebab itu bakal memaksa anda selalu bersandiwara agar terkesan menawan. Percayalah terkadang hal-hal penting yang kita perbuat tidak berbuah dalam waktu dekat! Siapkan stamina dan mental prima kalau memang misi anda jangka panjang!

Efek

            Upaya meningkatkan daya tarik dalam prosesnya, secara langsung maupun tidak, akan turut mengasah kualitas pribadi. Kesadaran serta kesengajaan untuk menumbuhkan mereka bersamaan bakal menciptakan khasiat hebat. Berikut, adalah sejumlah penjelasan bagaimana daya pikat dapat mendorong perbaikan karakter:

 

A.    Sosialisasi

Bergaul bukan cuma kebutuhan namun pula ajang aktualisasi. Banyaknya pengetahuan kemanusiaan yang dimiliki, bakal kian memekakan nalar anda. Individu yang komprehensif menguasai sains romansa terlatih untuk bermasyarakat. Mereka tidak bakal bertindak aneh atau eksklusif. Mereka tulus menata diri tanpa menuntut orang melakukan hal serupa. Ikhtiar gigih inilah yang mencetak mereka jadi individu yang rendah hati, ramah, dan toleran.

 

B.    Memelihara Introspeksi

Mempelajari sistematika daya tarik mendesak manusia untuk tetap kontemplatif. Mereka dididik untuk kritis terhadap dunia fisik seraya meraba aspek nonmaterial di baliknya. Akal mereka tumbuh dengan cara yang khusus. Romansa adalah hal yang didekati mereka dengan keinsafan, kontrol diri, serta kebijaksanaan. Karena empatinya yang mantap, mereka bahkan sanggup menunjukan jati diri tanpa mengintimidasi orang lain.

 

C.     Adaptif

Orang yang berusaha jadi menarik bakal terbiasa dengan perubahan dan guncangan. Mereka tidak sukar membuang kemalasan untuk menjalani rutinitas berguna. Mereka paham penampilan ada batasnya tapi hubungan kolegial tidak. Apa yang sekarang coba mereka ciptakan bukan lagi kesan melainkan penerimaan.

 

D.    Tahu Identitas

Individu yang berupaya menarik sedari awal telah sibuk memetakan kepribadian. Maksudnya jelas supaya segala tindakanya punya dasar pemikiran yang orisinil, bukan ikut-ikutan. Tapi, itu tidak berarti mereka antikonformitas. Mereka tetap merasa bagian dari komunitas dan menganggap itu latar belakang yang berharga. Hal itulah yang menjauhkan mereka dari berkeletah.

 

E.     Biasa berkompetisi

Sebelum anda terlahir sudah ada perlombaan di antara jutaan sel sperma untuk mencapai ovum. Anda adalah produk dari persaingan besar itu. Peristiwa di atas menyiratkan bahwa keunggulan (termasuk daya pikat) diraih lewat upaya yang sarat. Usaha dimulai ketika anda harus mengalahkan diri sendiri lalu, berebut posisi dengan orang lain, dan puncaknya saat menaklukan sistem. Orang yang karakternya berkembang tidak akan bersaing dengan menjatuhkan/mempermalukan teman di depan khalayak. Ia paham kerugian pribadi yang nantinya ditimbulkan.

Tips Tambahan

            Cowok menarik tidak perlu mengenakan ragam pernak-pernik supaya tampil mengesankan. Mereka cukup mengoptimalkan apa yang saat ini dimiliki. Uraian di bawah bakal menyuguhkan anda saran simpel perihal cara memesona lawan jenis:

 

a.     Tampakan tinggi anda

Bagi anda yang tinggi, tegapkan badan dan berpakaianlah yang rapih! Ini akan membantu memperjelas postur tubuh anda. Perawakan tubuh tinggi dan maskulin memiliki nilai plus di mata cewek. Tinggi badan pria mengindikasikan tingkat testosterone dan kemampuan melindungi. Cewek umumnya memproyeksikan rasa aman mereka ketika mencari pasangan lewat tinjauan terhadap tinggi serta proporsi badan.

 

b.     Tidur yang cukup

Orang yang kurang istirahat wajahnya akan terlihat capek dan tidak segar. Cewek sensitif terhadap tanda-tanda ini; mereka bisa saja mengasumsikan hidup anda berantakan. Walaupun sepertinya cewek tidak bakal terlalu terganggu dengan ini. Namun untuk anda yang peduli penampilan, ada baiknya untuk tetap menjaga pola tidur. Istirahat yang memadai akan mencegah anda dari depresi, instabilitas suasana hati, dan gangguan berpikir.

 

c.      Tegakan kepala

Penelitian menunjukan bahwa cowok yang mengangkat dagunya akan terkesan lebih jantan. Ini juga umum diketahui sebagai signal kalau seseorang tengah bersemangat. Kombinasikan ini dengan tatapan tajam penuh percaya diri! Gerakan tadi berfaedah memudahkan anda dalam meyakinkan orang.

 

d.     Kenakan warna merah

Tiap warna pakaian mengatakan hal berbeda tentang anda; studi menunjukan bahwa merah membuat cewek dan cowok makin seksi di hadapan lawan jenisnya. Merah menstimulir cewek menganggap seorang cowok berstatus lebih tinggi dari aslinya, yang mana berarti makin atraktif.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “101 Intisari Seni Perang Sun Tzu” dan artikel ASKMEN.COM TOP 10: Life #Nevertamed: Rules For Staying Dedicated, How To Attract Women, Easy Going No Way, 8 Efek Buruk Akibat Begadang atau Kurang Tidur, serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Cervone, D. & L. Pervin (2012). Kepribadian: Teori dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: