Menyatukan Kehidupan Sosial dan Romansa

Menyatukan Kehidupan Sosial dan Romansa

 

            Memperkenalkan pacar pada lingkaran sosial anda itu lumrah. Tapi, entah kenapa jarang ada pasangan yang gampang membaur dengan pergaulan kita. Saat dikeliligi teman anda, biasanya cewek gelisah buru-buru minta pulang—begitupun sebaliknya. Namun ada pula orang yang memang sengaja memacari cewek supaya bisa menembus jaringan sosialnya. Mereka mengincar teman-teman si cewek karena cantik atau menarik. Golongan ini biasa disebut “Pengumpul channel”. Fenomena-fenomena barusan kerap mengasingkan romansa dari sosialisasi. Adakah cara bergaul yang membuat kita menarik atau hubungan asmara yang mengasah kecakapan sosial?

 

Pengantar

Ini pengalaman pribadi saya. Awal belajar romansa, saya penasaran bagaimana cara merekayasa suatu hubungan. Saya berhasil tapi perasaan terkorbankan. Kemudian mulailah saya mengembangkan beberapa metode guna mengantisipasi dan meminimalisir dampak buruk tersebut. Semua eksplorasi tadi menuntun pada kecerdasan inter- dan intrapersonal. Saat berusaha lebih baik dalam relasi antarmanusia, kepribadian saya ikut terangkat. Urusan makin lancar sejak itu; saya mendapat lebih banyak respons positif dari sebelumnya. Posting ini berusaha memberi anda sudut pandang mengenai integrasi pemuliaan kehidupan pribadi dan hubungan asmara.

 

“Cinta adalah daya pikat yang menghubungkan dan menarik bersama elemen-elemen dunia … Cinta, pada kenyataanya, merupakan agen sintesis universal.”

Pierre Teilhard de Chardin

 

Timbal-Balik

Sosialisasi dan romansa memiliki perbedaan besar terkait motifnya. Sosialisasi cenderung didorong kebutuhan untuk mengaktualisasi diri serta membangun sumber pertolongan luar. Sedangkan romansa lebih pada desakan biologis dan kecemasan. Keduanya sama-sama memiliki alasan evolusioner dalam perspektif antropologi. Romansa menuntut kita menerima kekurangan diri dan mengasumsikan pasangan sebagai sempurna. Romansa juga memaksa individu untuk menghadapi kegelisahan terpendam (i. e takut tidak menyenangkan pasangan, terlihat fakir, atau memalukan). Romansa prinsipnya pengorbanan sedangkan sosialisasi pengesampingan (ego).

Tentu keduanya adalah aspek ‘tak terpisahkan dalam hidup. Tapi pada kenyataanya kita sering mengacuhkan/melawan faktor sosial demi Cinta. Individu lebih memilih mendapatkan kenikmatan temporer dan keseimbangan semu ketimbang dukungan sekitar yang berkelanjutan. Anda dapat minta maaf atas kesalahan dan mengganti apapun yang rusak. Namun jangan harap orang akan melupakanya! Dibutuhkan kedewasaan sebelum anda bisa mengonversi romansa jadi faktor sosial.

Menjomblo untuk sementara waktu relatif ampuh dalam pengembangan kemampuan sosial. Tapi begitu kembali ke perjuangan, jangan gunakan lagi cara-cara ABG labil! Kita tidak boleh memakai filosofi “Saling melengkapi”. Sebab anda sendirilah yang harus berjuang mengatasi kelemahan diri, bukan orang lain. Anda mesti jadi orang yang berkelebihan sehingga dapat membantu manusia lain. Anjuran ini baik dalam romansa maupun kehidupan sosial sama-sama berguna. Sebab siapapun yang bermanfaat pasti menarik dan akan terus dipertahankan.

 

Tips

            Ada beberapa cara membubuhkan nilai sosial dalam hubungan asmara. Berikut adalah saran supaya romansa anda kian bermanfaat:

 

1.     Dewasa

Hubungan itu abstrak dan sulit diukur. Ingatkah sewaktu kecil dulu anda harus saling kait kelingking agar resmi berteman? Ini karena otak anak-anak baru bisa memproses informasi secara konkret. Saat beranjak remaja, skil sosial anak tidak kompatibel dengan romansa yang ingin ditiru. Akhirnya mereka mengadaptasi cara bocah di atas guna mempraktikan percintaan dewasa. Ini terlihat pada kasus anak muda yang sudah sama-sama suka tapi masih sungkan karena belum ada status. Tidak apa bila anda pernah menjalaninya. Tapi, berjanjilah beralih dari cara jadian ke kencan!

Masalahnya adalah bila umur belum di atas 23 dan pasangan/calon kita sebaya atau lebih muda. Sematang apapun paradigma dan metode anda, ia ‘tak akan mengimbanginya. Maka itu kadang sulit membuat cewek paham tentang kencan jika penampilan kita sepantar. Mungkin anda bisa mengistilahkan hubungan terbuka padanya. Nyatakanlah Cinta tapi tanpa dibarengi ikatan! Perlahan suguhkan ia romantisme guna menyadarkan ada cara asyik di luar jadian!

Walau begitu, usaha-usaha di atas tetap sukar dijamin keberhasilanya. Itu karena dunia sosial kencan khas bagi tiap individu. Ini menyebabkan pemilihan metode PDKT cukup penting. Kita tidak boleh lagi hanya berorientasi pada dia! Selagi menunggu ia keluar anda bisa mengajak bicara teman sekantornya atau menyapa mereka ketika berpapasan pulang. Ini bakal mendorongnya memberi nilai tambah pada anda.

 

2.     Jangan lama-lama

Anda bakal stagnan selama tidak punya program hubungan yang jelas. Asmara akan berbahaya jika berlarut-larut. Tetapkan apa serta kapan akhir romansa ini! Disetujuinya jadwal hubungan diresmikan akan membawa sejoli bertahap menyesuaikan diri dengan keluarga dan teman masing-masing.

 

3.     Perbanyak bertemu

Seperti sejumlah paparan dalam posting Ucihasantoso sebelumnya, hubungan yang didominasi peran telepon genggam itu ‘tak bagus. Teknologi bukan alat untuk memperbaiki kelemahan sosial. Usahakan di tiap pertemuan, anda menjadi diri sendiri! Orang yang sama ketika bercengkrama dengan sahabat lain. Minimalisir manipulasi dan pencitraan! Persering bertemu tanpa janjian! Ini bakal memperlebar peluang anda menyelami karakter pergaulanya.

 

4.     Lekatkan rasa ingin tahu

Sesekali kita harus penasaran siapa atau apa sebenarnya yang terjadi di lingkaran sosialnya. Tajamkan keahlian mendengarkan anda serta gali lebih banyak cerita dari teman-temanya! Ini menarik bagi orang yang mempelajari ilmu sosial dan psikologi. Teori dan uraian literatur akan menemukan contoh kasusnya di sini. Orang senang dengan individu yang dapat mengerti mereka. Membocorkan atau tidaknya tentang keilmuan tersebut tetap bakal mengistimewakan anda di mata mereka.

 

5.     Sering berlatih

Anda ‘tak akan siap untuk semua saran di atas jika tidak pernah latihan bersosialisasi. Ini dimulai dari menegur dan menyalami teman atau orang yang lebih tua. Lalu berlanjut ke cara bicara dan menyimak orang lain, dst. Bila belum fasih, sepanjang atau sekaya apapun pengalaman Cinta anda ‘tak akan lebih dari ritus aku-kamu. Sedikitnya ada dua ciri orang yang ulung bersosial: Cenderung ramah atau kalem. Cewek gampang dekat dengan kedua individu tipe ini. Balut dengan beberapa kelebihan lain dan anda akan mudah menjalin hubungan dengan orang-orang baru.

 

6.     Turunkan tensi

Lupakan rencana untuk memukau dia dengan makan di tempat mahal! Robek skenario-skenario anda! Ekspresikan Cinta lewat bahasa tubuh dan bicaralah dalam frekuensi persahabatan! Ciptakan suasana yang relaks dan lepas! Carilah tempat-tempat yang bersejarah bagi anda! Ceritakan kenangan yang menyertainya! Cara ini diharapkan menstimulasi keterikatanya dengan latar belakang anda

Kenyataan

Peleburan kehidupan sosial dengan romansa sesekali gagal. Ini dikarenakan hal-hal seperti: Tentangan keluarga, kawan, atau memang keengganan dari pasangan. Bila keluarga atau teman menolak niscaya mereka punya alasan yang kuat. Simak dan endapkan keberatan mereka! Barangkali ada kebenaran yang bisa ditemukan. Lain hal lagi bila kekasih anda ogah memperkenalkan sahabat-sahabatnya. Ini dapat jadi pertanda kalau dia malu bersama anda.

Kasus lain kenapa integrasi dunia sosial dan romansa ‘tak tercapai ialah karena pasangan tidak mempedulikanya. Ia tidak mau tahu anda anak siapa, tinggal di mana, hobi apa, dsbg. Ini praindikasi bahwa ia dapat melakukan serentet hal ‘tak menyenangkan pada anda kedepanya. Mundurlah pelan-pelan! Bagi mereka PDKT anda lebih seperti usaha untuk menemui bos. Teliti siapa sahabat karibnya! Bila tabiatnya kasar maka nyaris dipastikan apa yang manis dari mereka hanya sebatas paras dan ucapan.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari artikel A Ballanced Life, Getting With Your Lover’s Friends, Ignoring Patronizing Hotties, and Other Questionable Advice, Do You Get Along With Your Significant Other’s Friends?, ASKMEN.COM TOP 10: Signs You’re Too Good For Her, serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Sarwono, Sarlito (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: