Mengambil Pelajaran Romansa dari Teman

Mengambil Pelajaran Romansa dari Teman

     

Tidak semua orang pintar menasihati. Beberapa dari mereka mengutarakanya dengan nada menggurui sedangkan, sisanya seperti mendikte. Anak muda memang mudah tersinggung bila merasa dihakimi. Padahal, rasa penasaran mereka sering membahayakan diri. Remaja butuh kesadaran tentang risiko dan terbatasnya waktu dalam hidup. Mereka ‘tak seharusnya keras kepala hanya karena belum mengalami.

   

Pengantar

            Anak muda kalau lihat teman kena derita Cinta acap bilang, “Itu dia bukan saya” ketimbang mengambil pelajaran. Tapi, ketika tahu temanya berhasil langsung ditiru karena berpaham, “Dia dan saya ‘tak jauh beda”. Menirunya pun bukan lewat berguru atau konsultasi. Tapi cuma dengan sekilas menyimpulkan. Remaja tentu segan bertanya sebab malu dianggap pemula. Saat dewasa tingkah ini kelak disesali. Artikel berikut coba mengajak anda bijak menceramahi diri dengan membuka wawasan pada cerita romansa orang.

 

“Cerita Cinta sejati tidak mengenal kata tamat.”

Richard Bach

 

Berbagi Kisah

Saya punya sejumlah contoh kisah asmara. Namun yang satu ini paling dramatis. Kisah ini milik teman SMA saya, sebut saja A. Sejak lulus SMA kami sudah ‘tak pernah lagi bertemu. Tapi, pada sekitar seminggu lepas lebaran 2012 ia datang ke rumah mengajak main band. Niat tadi baru terlaksana Januari 2013. Ini diawali kedatanganya ke rumah saya yang bertujuan melatih lagu. Selanjutnya, beberapa kali ia memboyong personel lainya. Kecocokan pun timbul, lama-kelamaan ia makin sering soan. Mulai dari situ sedikit demi sedikit masa lalunya dengan pacar semasa SMP terungkap—tersirat penyesalan. Namun, ia belum cerita ceweknya yang sekarang.

Waktu di rumah saya, A kadang mencurahkan kesedihanya karena ditinggal Ayah mati. Keluarga saya menaruh simpati pada A. Kedekatan kami berlanjut hingga suatu kesempatan ia mengajak saya menemani wawancara ke perusahaan gula di Way Kanan. Saya pun dengan semangat meng-iya-kan. Karena ini pasti jadi perjalanan menyenangkan.

Sepulang dari sana, rupanya ia dapat kerjaan untuk mengurus pinjaman bank. Bisnis yang rumit dan sulit. Saya di sini cuma menemani sambil belajar memahami seluk-beluknya saja. Kira-kira sebulan penuh berjuang, sisi-sisi kehidupanya mulai terbongkar. Di sanalah saya pertama kali menemukan apa itu kumpul kebo, penadah kendaraan curian, homoseks, dan pecandu narkoba. Ini membuka lebar mata saya. Segala nasihat orang tua terbukti benar di sini.

Ketika tengah mengurus pinjaman pemilik salon kenalan A, saya bertemu dengan pacarnya. Rambutnya panjang, merah dengan setelan kutang berwarna senada dan celana pendek. Selesai dari sana, kami lanjut menemui Paman A. Kebetulan rumahnya dekat dengan kediaman cewek tadi. Rupanya sudah banyak cerita ‘tak enak beredar soal keluarga mereka yang kaya mendadak. Diketahui bahwa kekasih A yang kadang jadi SPG bekerja sambilan sebagai germo. Penghasilanya seminggu paling bagus sekitar tujuh juta. Saudara A menebak kalau cewek ini pasti jadi simpanan jika bisa kaya secepat itu.

Saya dan kawan lain telah memperingatkan untuk menjauhi cewek tadi. Tapi A tetap saja menjaga kontak. Tiap kali mereka bertemu sepertinya selalu bercinta. Mendengar keluhan A, terungkap kalau ceweknya juga pemakai. Jangan bayangkan pecandu itu seperti yang ada di sinetron! Tampilan mereka ‘tak ada bedanya dengan kita. Lingkaran sosial cewek ini mencengangkan dan memberi contoh nyata pada saya tentang pergaulan bebas.

 

Hasil Telaahan

            Apa yang kalian maksud praktik Cinta seperti cerita itu? Tidak ada kata cukup dalam romansa di luar nikah. Orang yang selama pacaran cuma bertemu seminggu sekali saja sulit “Move on”. Apalagi yang hingga kumpul kebo dan rajin hubungan intim. Individu yang hanya pernah galau ‘tak bakal sanggup menasihati yang rindu kehangatan, begitupun sebaliknya. Tingkat pengalaman mereka berbeda. Makin kita mendalami romansa kian sadarlah bahwa keberhasilanya tidak diukur dari pengakuan, melainkan kepuasan pribadi.

Teman saya ini orangnya sedikit meninggi dan ‘tak mau kalah. Pasangan ideal menurutnya ialah perempuan yang tidak doyan membantah, nurut, dan suportif. Ia mengaku pernah main tangan pada ceweknya. A senantiasa terlena kesenangan sesaat serta rela menelantarkan kawan. Mulutnya manis dan manipulatif. Tidak heran jika A terjerat gundik. Orang tertarik pada kita karena adanya kesamaan. Maka dapat disimpulkan, pergaulan A mencerminkan karakter sesungguhnya.

Riwayat A yang sempat bergelimang harta dan wanita, meneguhkan keyakinanya bahwa daya tarik bersifat kebendaan. Namun, percaya dirinya sekarang sirna sebab ‘tak lagi punya apa-apa. Teman yang ia kenal semasa berjaya ternyata enggan membantu. Sedangkan teman lama sudah dibuang entah ke mana. Jiwanya terjangkiti kesepian kronis. Alhasil obatnya ‘tak lain mengemis kasih sayang si jalang yang telah mencampakanya. Segala omong besarnya tentang prinsip buyar karena perempuan. Ini tergambar pula dari perilakunya yang sungkan bertanggung jawab.

Anda mesti bisa menahan diri terhadap ledekan/cemoohan sekitar soal romansa! Sekali terbiasa bersentuhan maka, ‘tak bakal balik lagi ke fase malu-malu, dan begitu seterusnya. Cinta tidak boleh menuhankan kenikmatan! Remaja harus paham, hubungan ‘tak mesti membuahkan status. Romansa tidak hitam-putih, tapi abstak. Pergumulan kilat saya dengan lingkaran sosial A menunjukan bahwa eksplorasi hubungan di luar nikah lebih banyak mudarat ketimbang manfaat. Kesuksesan PDKT atau rayuan pada seseorang tidak dapat sembarang digeneralisir. Ini dibuktikan proses PDKT terakhir A pada cewek 15 tahun. Setumpuk pengalamanya ternyata ‘tak berguna. Itulah yang memberi tahu saya ada hal lain di luar metode PDKT.

 

Saran

Terdapat sejumlah syarat supaya kejadian hidup teman berharga buat kita. Berikut, hal-hal yang wajib dilakukan sebelum menyerap pengalaman kawan:

 

1.     Membuka Diri

Anda tidak bisa mengambil hikmah percintaan orang bila belum siap. Terbatasnya ilmu di hari ini harus diatasi dengan menyimpan dulu kisah tersebut! Perlahan dengan bertambahnya wawasan, tiap detail cerita tadi akan terdekodifikasi. Hindari mensimulasi pemecahan permasalahan orang! Ini bakal menjebak anda pada sikap menghakimi serta apriori. Keahlian mendengarkan anda berisiko rusak jika membiasakanya.

 

2.     Jangan Memastikan

Sedalam apapun pengalaman teman bagi anda, jangan jadikan itu patokan tunggal! Sisakan ruang bagi keraguan dan pengujian! Perkaya sudut pandang lewat lebih banyak curhatan orang! Jangan lekas tergiur keampuhan PDKT kawan! Cermati prosedur dan efek interpersonalnya secara seksama! Sikap kritis dan skeptis akan menyelamatkan anda dari Cinta sesat.

 

3.     Baca Referensi

Sesuatu kadang ‘tak bisa ditangkap dengan mata telanjang—kita butuh alat bantu. Awam gampang tercengang jika lihat cowok muka pas-pasan menggandeng cewek cantik. Tapi orang berilmu tidak. Mereka memerhatikan dulu bahasa tubuh keduanya. Bisa jadi mereka memang pacaran namun fungsi si cowok ‘tak lebih dari sopir. Apa dan sampai mana anda membaca literatur tergantung niat awal. Apa cuma supaya bisa atau memang ingin tahu. Jika penasaran, pasti belajarnya tidak tanggung. Tapi kalau cuma biar bisa … maka setelah tujuan tercapai minat baca terhenti.

 

 4.     Tawarkan Pertolongan Berkelanjutan

Guna terlibat lebih intens dan ekstensif ada baiknya anda menawarkan pertolongan tuntas pada masalah kawan. Tidak mesti tiap problem anda ikut. Pilih yang penting saja! Anggap itu juga perkara anda! Ingat semua rincian alur ceritanya! Pada tahap ini anda mungkin cukup sebagai pendukung. Namun bila sahabat menghendaki anda turut mengambil keputusan, jadikan ini kolaborasi! Kalian satu sama lain harus saling menyumbang masukan!

 

 5.     Empati

Terkadang individu bermasalah tidak perlu solusi. Mereka hanya butuh teman untuk berkeluh-kesah. Dengarlah dengan penuh perhatian dan tunjukan kesamaan persaan anda! Sesekali ocehan mereka diulang-ulang layaknya kaset rusak. Tapi itulah mekanisme jiwa untuk menekan kecemasan. Empati kelak membantu anda menghadapi situasi sama/mirip dengan yang teman anda terima.

 

 6.     Mutakhirkan Peta Cinta

Pelan-pelan pengetahuan anda berkembang; keyakinan pun diperbaharui. Seiring dengan itu, kaji ulang kriteria dan prosedur anda pada wanita! Tandai titik-titik bahaya dalam hubungan! Jangan salah gunakan pengalaman teman untuk memperdaya perempuan! Kita bukan penjahat. Peta yang lengkap memudahkan kita menganalisa gejala-gejala romansa. Ini penting untuk menghindari galau.

 

 7.     Praktik

Tahap penting dari menyerap pengalaman asmara kawan adalah dengan mengadaptasinya dalam hidup kita. Melalui praktik bermacam hal akan kian gamblang. Umumnya problem dapat diselesaikan dengan cara yang sama walau dicontohkan orang berbeda. Ini sebab kelakuan manusia cenderung dapat ditebak bila terikat situasi. Namun kembali ke poin 2! Berlimpahnya wawasan bukan jaminan semua sesuai rencana. Cinta bukan hanya soal mencapai keadaan melainkan pula perasaan. 

Meresapi kisah orang lain secara tidak langsung akan mengasah kepekaan batin kita. Sikap kemanusiaan yang terpupuk olehnya niscaya menuntun lebih banyak individu yang baik, autentik, dan loyal pada anda.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari artikel 10 Tips to Advise Wisely: How to Give Advice That Actually Helps, How to Give Advice to a Friend Without Being a Know-It-All, serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Komara, Endang (2011). Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. Bandung: Refika Aditama.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: