Cara Tebar Pesona di Depan Adik Tingkat

Cara Tebar Pesona di Depan Adik Tingkat

 

            Adik tingkat adalah hal yang paling ditunggu senior-senior jomblo. Sebagai kakak tingkat anda memang diuntungkan oleh rasa segan para adik. Status “Kakak” cenderung memotivasi kita yang selama ini grogi mendekati perempuan. Kakak tingkat bagi para junior dianggap memiliki kedewasaan, perlindungan, dan keistimewaan tersendiri. Maka itu, akrab dengan senior adalah suatu prestise penting.

 

Pengantar

            Sudah jadi agenda tahunan kakak tingkat untuk menebar modus pada angkatan baru. Modus biasanya diawali perkenalan di HP yang berlanjut ke pertemuan. Cewek punya standar untuk merespon ini: (1) Tanya identitas kemudian (2) mengacuhkan/menjaga kontak. Sangat sulit menebak siapa yang akan ditanggapi atau diacuhkan. Kadang cewek memutuskan itu hanya berdasar intuisi. Peluang anda ditanggapi cenderung akan lebih besar bila sebelumnya pernah bertemu dan mengobrol. Posting ini tidak menjanjikan anda keajaiban karena isinya hanya seputar sosialisasi dasar.

 

“Semboyan kesatria adalah juga pedoman kebijaksanaan; untuk melayani semua, tapi hanya mencintai satu.”

Honore de Balzac

 

Dimulai dari Percakapan

            Kualitas individu dilihat dari penampilanya; sifat dinilai lewat cara bicara. Sekalipun bukan ahli tapi, tiap orang bebas menilai sesamanya. Apa yang bisa anda lakukan hanyalah memengaruhi pendapat mereka, bukan mengubah. Manusia kelewat sering berargumen dalam menunjukan validitas opininya. Padahal, kebenaran yang dimiliki tidak lantas membuat anda baik di mata publik. Terkadang mengalah dan mendengarkan akan lebih bijak ketimbang berdebat-memojokan salah satu pihak.

Ada beragam tipe Individu dipandang dari cara menyikapi obrolan, misal: (a) Penyimak, (b) egosentris, (c) agresif, (d) melit, (e) manipulatif, (f) situasional, dan (g) konstruktif. Para penyimak tidak banyak cakap saat berbincang. Gerakan mereka kebanyakan cuma mengangguk, mencondongkan badan, dan membuka lebar mata. Kaum egosentris jarang tertarik dengan percakapan yang ‘tak menonjolkan dirinya. Orang agresif kalau bicara nadanya ngotot, cenderung mencela, menyudutkan, dan argumentatif. Individu melit lebih mirip penggosip yang selalu ingin tahu urusan orang. Mereka hobi mengorek cerita hingga ke akarnya. Pribadi manipulatif adalah tipe cerdik yang kerap mempraktikan keahlian sosialnya demi kepentingan sendiri. Si situasional adalah mereka yang suka menanggapi interaksi sesuai suasana hati dan siapa yang dihadapi. Konstruktivis punya ciri seperti terapis yang gemar memperkaya dan mengoreksi keyakinan sahabatnya.

Tapi, apa yang anda baca barusan sebenarnya sebatas ciri umum. Seorang agresif bisa saja tiba-tiba jadi penyimak yang menyenangkan; Si melit mungkin sesekali berubah manipulatif. Apa yang jarang orang perhitungkan adalah konteks di mana interaksi berlangsung. Ada inherensi antara konstruk individu dengan respon situasionalnya. Tautan tersebut jika diteliti bisa jadi prediktor tindakan seseorang. Bayangkan bila kita mampu mengantisipasi semua tanggapan lawan bicara! Percakapan yang kondusif, menghibur, dan autentik akan mudah terwujud. Ini merupakan nilai plus anda di mata masyarakat.

 

Potensi Pribadi

            Memikat cewek dengan kebaikan? Mending jangan! Cewek khatam dengan modus itu. Pamer harta juga dilarang untuk memancing hati cewek. Tapi, bukanya itu umum dilakukan cowok? Ada banyak cara jitu supaya keren di mata junior cewek selain pamer dan menghamba. Berikut penjelasanya:

 

 1.     Main Musik

Apa instrumen yang anda kuasai? Jika gitar, cobalah mainkan lagu-lagu baru di depan orang! Bila keyboard, mainkanlah satu lagu populer secara instrumental atau iringi seseorang bernyanyi! Apapun instrumen yang dikuasai, tunjukan bahwa anda fasih dan PD memainkanya! Ikuti juga sebuah band! Sebab ini cukup efektif memoles daya tarik.

 

2.     Ramah

Pernahkah dalam sebuah kegiatan anda cuma dekat pada satu orang dibanding yang lain karena ia lebih ramah? Anda bisa jadi orang itu. Bila anda berusaha tersenyum dan sabar meladeni keingintahuan junior, niscaya akan terjalin suatu kedekatan. Ini modal penting dalam membangun kenyamanan.

 

3.     Bicara di Depan Kelas

Anda akan kian dikenal kalau berani maju ke depan. Mengoceh tanpa bahan dan dasar berisiko menjadikan anda lelucon. Majulah bicara bukan hanya karena tugas! Tapi, niatkan untuk membagi pengalaman dengan atmosfer intelektual! Usahakan agar nada bicara anda ‘tak bergetar dan mata menatap hadirin! Cewek—termasuk adik tingkat—mudah terkesima oleh kecerdasan cowok.

 

4.     Hobi Menyapa

Sekedar basa-basi sepertinya cukup untuk mencerahkan hari seseorang. Anda bisa tanya, “Kuliah apa?” atau, “Mana temanmu yang lain?” sebagai gambit. Senyum, wajah bersahabat, dan kepedulian anda pada junior adalah kombinasi unggul yang langka. Ciri anda akan lebih lama diingat orang ketimbang jika tidak melakukan ini. Kadang gaya ini juga identik dengan kerendahan hati.

 

5.     Membantu Tugas

Sebagai senior harusnya anda menguasai banyak materi ketimbang adik tingkat. Menyenangkan punya kakak yang bisa ditanyai segala hal. Bagi anda yang pintar dan ber-IPK tinggi, sabar dan telatenlah dalam mengajar adik tingkat! Ajarkanlah hingga mereka paham! Buatlah mereka merasa mampu mengerjakan itu! Kemampuan diri mengangkat sisi baik orang lain adalah hal menakjubkan.

 

6.     Optimalisasi Obrolan

Berlatih keterampilan mengobrol itu gampang tapi penuh konsekuensi. Jangan setelah menyinggung orang baru anda sadar omongan! Baca buku tips membangun percakapan! Persetan orang mau bilang aneh atau kebanyakan teori. Masyarakat lebih senang ingat kesalahan daripada jasa anda. Hindari akibat ini sedini mungkin! Keahlian berbincang punya banyak fungsi selain sebagai metode menghimpun Informasi. Mengobrol juga bisa jadi media katarsis (pengobatan kejiwaan). Rekam gaya bicara anda lalu evaluasi! Kian anda terampil berbincang makin senanglah cewek.

 

7.     Bertingkah Jantan

Tegapkan badan! Perlambat gerakan dan persedikit cengengesan! Ciri tenang dan kokoh yang ditampilkan merupakan poin penting bagi anda. Latih juga tatapan mata serius! Kurangi salah tingkah saat jalan di depan cewek! Berpikir perlahan dan jangan mudah terbawa emosi percakapan! Ini modal penting supaya anda dibilang “Cool”.

 

 

Pengamatan Sekilas

            Anak muda terlalu terburu-buru dan sempit dalam berpikir. Bagaimana mungkin individu yang norak selama pertemanan bisa menawan di hadapan perempuan? Kita tidak bisa membangun daya pikat asimetris. Apa itu omong kosong? Bukanya banyak orang yang cukup dengan berpura-pura bisa dapat pacar? Betul tapi, dengan apa ia menyelesaikan masalah dalam hubungan? Tipu-tipu? Sumpah serapah? Manipulasi punya batas. Kenapa setelah keluar dari sebuah romansa daya tarik anda ‘tak berkembang? Bukanya makin sering pacaran gaya tebar pesona anda kian lihai? Ini sebab yang anda lakukan cuma meminjam daya tarik bukan memilikinya.

Mengasah pesona tidak boleh semata karena pujian. Proses ini mesti dipahami sebagai pemberdayaan individu! Saat pertama memetik khasiat kegiatan tadi, mungkin anda tergiur memacari semua cewek. Kalau dilanjutkan perilaku ini hanya akan menyeret mundur anda ke belakang. Tetap ramah, baik, dan tebar pesona di depan cewek! Namun jangan pernah beri harapan ke adik tingkat yang kurang anda suka! Persering bergaul dengan orang dewasa! Kosongkan pikiran tiap kali berinteraksi dengan mereka! Tujuanya agar segala nasihat dan keterangan berguna dapat terserap maksimal. Sebab apa yang anda mulai di kepala akan tercermin di perbuatan dan berpengaruh pada masa depan.

 

Artikel Terkait:

Sistematika Daya Tarik Personal

Hindari Terlalu Banyak Terlibat Perasaan Saat Memikat Cewek

Memikat Cewek Tanpa Trik PDKT

Kriteria Cowok Idaman

Cowok Misterius (Partisi Pertama)

Cowok Misterius (Partisi Kedua)

Cara Menilai Kebenara Pembicaraan Cewek

Tipe Cowok yang Paling Gampang Ditolak

Kelakuan Cowok yang DIbenci Cewek

Kriteria Cowok Idaman 

 

Daftar Pustaka:

Carnegie, Dale & associates (2012): How to Win Friends & Influence People In The Digital Age. Jakarta: Gramedia.

Geldard, Kathryn., & Geldard, David (2011). Konseling Remaja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cervone, D. & L. Pervin (2012). Kepribadian: Teori dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika.

 

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: