Cara Menjadi Jomblo Keren

Cara Menjadi Jomblo Keren

 

Kenapa orang jarang lantang mengakui dirinya jomblo? Padahal, yang punya pacar belum tentu lebih dulu nikah. Bahkan, play boy sekalipun juga belum tentu berani mendekati cewek asing, kecuali lewat HP. Umumnya memang kompetensi romansa cowok diukur dari kemampuan mengajak cewek jadian. Remaja kita telah salah meng-esa-kan status sebagai pengalaman romansa yang valid. Anak muda terlalu terganggu dengan konformitas dan pendapat sekitar. Alhasil waktu mereka habis untuk mengubah opini orang ketimbang memoles potensi serta pesona individual.

 

Pengantar

            Manusia ialah makhluk yang pada dasarnya ingin mencinta dan dicinta. Jomblo konon merupakan kondisi di mana fitrah tersebut ‘tak mungkin terpenuhi. Sehingga, orang dengan keterbatasan ini cenderung merasa dirinya cacat lagi ‘tak berdaya. Jomblo lazim pula distigma payah dapat pendamping. Selain itu, tidak sedikit orang yang bilang jomblo sama dengan kesepian dan tersia-siakan. Saya dapat pastikan kalau itu sering benar. Menilik uraian di atas, tidak heran jika kesimpulan umum menganggap jomblo itu negatif. Posting kali ini bertujuan memperbaiki pandangan tersebut.

 

“Manusia mencintai seseorang bukan karena latar belakang tapi, lantaran bagaimana mereka membuat orang merasakan apa.”

Irwin Federman

 

Keluhan Lajang

            Hand phone sepi, tiada dering SMS apalagi panggilan; malam minggu diam di rumah cuma ditemani TV dan media sosial; valentine penuh duka karena yang diingat hanya mantan; pergi ke mal kanan-kiri penuh dengan muda-mudi pacaran. Miris, pilu, dan nelangsa bila anda sedang jomblo. Saat orang sibuk bersenda gurau dengan pacar, anda malah duduk di depan monitor membaca artikel ini, ironis.

Semua barusan adalah hal-hal dangkal yang menorehkan luka dalam bagi remaja labil. Saya kira di umur 14-19 tahun mestinya kita sudah puas berkecimpung di sana. Masuk kepala dua pendekatan hidup harus mulai beda! Anda kini wajib menyelipkan tanggung jawab dibalik tiap ucap-tingkah-gerak. Sadarlah bila strategi coping serta mekanisme-pertahanan-diri anda mulai menemui musuh sebenarnya! Jika semata karena jomblo mental anda turun, apalagi untuk masalah yang lebih berat? Masa jomblo sebaiknya dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mempersiapkan kehadiran pasangan!

Contoh sederhana cowok labil dapat dilihat saat ia menjemput pacar. Ketika sampai, alih-alih mengetuk pintu ia malah lebih memilih menelepon atau SMS. Alasanya takut ketemu orang tua si pacar. Tindakan ini menyimbolkan ujaran, “Aku perlunya sama kamu, bukan orang tuamu dan tetek-bengeknya.”, kasar sekali. Jomblo yang dewasa dan matang skil sosialnya ‘tak akan melakukan ini bila punya pacar/gebetan.

 

Hal Bermanfaat

            Siapa bilang jomblo pasti suram? Anda masih bisa menguatkan posisi tawar lewat serangkaian tips berikut:

 

A.    Berpikir positif

Semua kejadian di dunia ‘tak lepas dari interpretasi otak manusia. Sandungan misalnya, bisa bermakna ganda: Sebagai hambatan atau malah pijakan ke tempat lebih tinggi (i. e tangga). Berpikirlah bahwa jomblo artinya punya banyak waktu untuk diri sendiri! Bukan justru bingung mau diapakan waktu yang kepalang luang ini. Carilah lingkungan yang kreatif, produktif, solutif, atau kontributif! Sebab, di sanalah wawasan anda akan terbuka—yang pada akhirnya kelak menuntun pada paradigma yang adaptif.

Tangga kesuksesan

Ilustrasi tangga

 B.    Perluas lingkaran sosial

Saya sangat suka mengamati tingkah laku dan latar belakang orang lain. Ini terbukti membantu saya memprediksi dan mengantisipasi banyak peristiwa sosial. Pergaulan dengan teman lebih tua niscaya menolong anda dalam memahami hidup. Umur memang tidak bohong. Informasi mereka dapat gamblang menggambarkan dunia macam apa yang lekas kita jejaki. Tapi, bila nanti sudah biasa interaksi dengan kalangan senior, jangan laju mendongakan dagu! Tetaplah tempatkan diri sebagai murid! Interaksi dengan bocah atau teman sebaya kadang dapat jadi cermin betapa tergesa-gesa dan naifnya anda dulu.

 

C.     Telaah hobi orang

Senang ada orang menyimak pengetahuan anda tentang anime? Begitupun individu dengan hobi lain. Mereka perlu teman untuk berbagi kegemaran. Ini saran yang sulit bagi saya namun, tetap bertahap diusahakan. Tertarik pada minat orang lain akan lebih cepat membuat mereka menyukai anda. Ketimbang bila anda lama berusaha memamerkan keunggulan diri sendiri. Luangnya waktu jomblo, kiranya cukup untuk anda menyelami lebih banyak minat teman. Saya tidak menyuruh anda mengganti hobi.

Sahabat yang bisa digaet lewat cara ini mungkin ‘tak begitu signifikan. Tapi, autentisitas dan soliditasnya mampu diandalkan sepanjang waktu. Latihan menelaah hobi orang juga membantu kita mengikis sifat ke-aku-an kronis. Ini krusial sebab, kehidupan yang berpusat pada diri sendiri (egosentris) lama diketahui sebagai biang segala masalah.

 

D.    Sisihkan waktu untuk perawatan

Tidak semua insan terlahir tampan. Tapi, ada hal yang dapat diperbuat untuk memperbaiki ini: Merawat diri. Perawatan bukan cuma fisik namun juga jiwa dan pikiran (mind, body, and soul). Bersihkan badan, bacalah artikel psikologi populer atau datangi psikolog, dan jernihkan serta perluas wawasan anda! Paket perawatan lengkap ini cocok bagi orang yang ingin membuat kesan mendalam pada sekitar.

 

E.     Tekuni hobi

Hobi yang anda geluti dapat menjadi suatu acuan diferensiasi individu. Hobi bisa juga menuntun anda pada suatu komunitas menarik. Hobi tersebut mungkin pula menguras waktu dan tabungan. Tapi sensasi yang didapat boleh jadi ‘tak tergantikan. Kesungguhan pada minat tertentu biasanya kian terlecut setelah menghasilkan sesuatu. Maka itu, carilah sebanyak mungkin lecutan ini selama anda jomblo!

 

F.     Kejar prestasi akademis

Beberapa jurusan ‘tak terlalu menuntut kecerdasan tinggi mahasiswanya. Cukup dengan rajin absen, belajar seperlunya, ikut UTS-UAS, dan mengerjakan tugas, nilai anda akan bagus. Hal pertama yang wajib dilakukan sebelum berburu prestasi adalah membuang rasa malas. Memang berat di awal namun begitu anda memulai, perlahan petunjuk akan bermunculan. Kepuasan dari menaklukan hal sulit baik untuk mendongkrak PD. Cobalah saran ini! Kelak anda bersyukur pernah menghabiskan masa jomblo untuk hal bermanfaat.

 

G.    Berlatih keahlian sosial

Sudah sejauh mana kemampuan persuasi anda? Apa timbal balik interaksi sosial anda seperti yang diharapkan? Apa anda masih sungkan berbicara pada lawan jenis? Apa anda suka menghindari acara sosial? Apa anda masih bingung harus bagaimana di depan orang? Apa anda haus pengakuan?

Saya bisa tulis setumpuk pertanyaan lain jika itu perlu. Namun, cukuplah introspeksi sendiri kekurangan, posisi, serta peran anda di masyarakat. Pelajarilah lebih banyak keterampilan sosial! Jangan picik dan ngotot semuanya harus pengalaman pribadi! Karena untuk jadi jomblo keren bukan keras kepala yang dibutuhkan tapi, sikap kritis dan logis.

 

H.    Menjajaki hubungan dengan beberapa cewek

Tidak punya pacar bukan berarti ‘tak ada penggemar. Jomblo keren akan selalu membiarkan dirinya jadi milik publik. Relasi mereka dengan beberapa cewek cukup sebagai rujukan menentukan pasangan. Mereka lebih suka mencari gebetan dan menyimpan status untuk hal lebih serius. Apa yang dicari dari hubungan tidak lagi sebatas kesenangan, melainkan manfaat. Jomblo keren dapat dengan terang membedakan mana Cinta, nafsu, atau sayang. Maka itu, mereka ‘tak akan mudah tersasar selama pergaulan antar lawan jenis.

 

 I.       Dekatkan diri pada Tuhan

Hubungan transendental niscaya menyadarkan manusia betapa banyak hal yang di luar kuasa mereka. Tuhan merupakan pegangan yang kokoh bagi tiap makhluk. Iman kepada-Nya akan menjauhkan manusia dari pengejaran dunia tiada akhir. Jomblo yang dekat dengan Tuhan, batinya akan mudah mendeteksi kebaikan di sekitar. Hatinya melembut, sikapnya bijak, dan perbuatanya jujur. Saran terakhir ini diharap merupakan pelengkap resep kebahagiaan jomblo.

Cobalah saran-saran di atas satu per satu! Buatlah catatan harian di tumblr atau blog untuk mengevaluasi perkembangan anda, bila perlu! Butuh waktu bertahun-tahun memang untuk mencapai hasilnya. Tapi, ini sepadan dengan keberuntungan yang kelak anda terima.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari artikel Mengisi Masa jomblo, Ide Mengisi Valentine Bagi Para Jomblo, Ingin Jadi High Quality Jomblo? Ini Caranya!, Jomblo? Why Gitu Loh? (Jurus Antijomblo), Tips Melewati Malam Minggu Bagi Seorang Jomblo, Mengisi Masa Jomblo Anda, Tips Malam Minggu Ala Jomblo, Tips Mengisi Liburan Untuk Para Jomblo by Dayadex, serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Carnegie, Dale & associates (2012): How to Win Friends & Influence People In The Digital Age. Jakarta: Gramedia.

  1. Sip. Jadilah jomblo mulia.

  2. Jomblo mulia.. 0:)

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: