Menyikapi Mantan yang Mengajak Balikan

Menyikapi Mantan yang Mengajak Balikan

 

            Mungkin anda sekarang tengah merindukan romansa yang dangkal dan labil di hari kemarin. Mengenang masa bahagia bersama si dia. Mencari tahu apakah ia masih memikirkan anda atau tidak. Tergoda mengulangi basa-basi Cinta yang dulu pernah ditinggalkan. Prolog barusan bisa jadi berlawanan dengan apa yang anda rasakan tentang mantan. Kesan dan asosiasi mengenai asmara di masa lalu merupakan bahan refleksi individu dalam menginterpretasi interaksi dengan lawan jenis.

 

Pengantar

            Romansa yang berakhir lazim menyisakan trauma (luka). Mantan kekasih bisa saja tak’ sadar sudah menorehkanya. Mereka mungkin malah kian memperburuk keadaan dengan mengajak anda rujuk. Cinta, sayang, dan kesetiaan yang dulu kadung dideklarasikan bisa jadi pertimbangan memaafkan kesalahnya. Keyakinan bahwa manusia bisa berubah juga melegitimasi reunifikasi ini. Akibatnya anda kini bimbang, tak’ dapat berpikir sehat, serta terbawa perasaan. Artikel ini ditulis sebagai sudut pandang lain dalam merespon ajakan balik mantan.

 

Tidak ada rasa sakit yang sama dengan sepasang kekasih dapat timbulkan pada satu sama lain. Harus diperjelas pada semua individu yang merenungkan penyatuan ini. Menjauhi rasa sakit ialah awal dari kebijaksanaan, sebab ini cukup kuat untuk mencemari sisa hidup kita.

Cyril Connoly

 

Kejadian yang Dulu

            Terdapat beberapa musabab sepasang kekasih berpisah. Kisah tersebut bisa emosional, membingungkan, atau bahkan biasa saja. Berikut adalah beberapa jenis perpisahan:

 

A.    Hilang Kontak

Tiba-tiba sulit dihubungi, tidak diketahui keberadaanya, serta menghilang untuk waktu yang lama adalah tipe perpisahan yang membingungkan. Orang akan selalu penasaran apa sebenarnya masalah yang terjadi. Hilang kontak kadang juga tidak serta-merta, melainkan perlahan-lahan. Mundur/menghilang perlahan lazim disebabkan kesibukan baru seseorang. Hal ini dapat pula dikarenakan pasangan ingin melihat apakah anda cukup peka dengan penarikan-dirinya. Bila memang dianggap kurang peka, sah saja jika ia menghilang untuk selamanya.

 

B.    Putus Resmi

Perpisahan jenis ini penyebabnya sudah dipahami kedua belah pihak. Mereka memutuskan berpisah dalam keadaan sesadar-sadarnya. Pada individu dewasa, putus hubungan biasa dipicu ketidakcocokan, kasus kriminal, atau pernikahan si dia dengan individu lain. Namun, pada ABG putus umum disebabkan rasa jenuh.

 

C.     Putus Sepihak

Pembubaran hubungan seperti ini terbilang rumit. Karena jamak dilatarbelakangi rasa jengah mempertahankan Cinta. Salah satu pihak biasanya tidak menerima keputusan pasanganya. Maka wajar bila terjadi kejar-mengejar, pemaksaan, hingga teror agar hubungan kembali berjalan. Pada beberapa kasus, pihak yang menghendaki pisah akan segera menggebet pasangan baru guna mengatasi gangguan mantan. Kalaupun cara ini tidak digunakan, mereka akan berusaha menghilang atau memblokir segala kontak dengan mantan.

 

D.    Menjaga Jarak dan Tak Saling Tegur

Putus jenis ini hanya terjadi pada orang dewasa. Hancurnya hubungan lumrah dipicu mampetnya komunikasi. Sehingga, masalah-masalah besar cenderung diselesaikan dengan emosi. Berlarutnya keadaan cuma bakal membuat keduanya saling menyalahkan. Di titik di mana mereka sama-sama terlampau tersinggung, saat itulah perpecahan terletup.

 

Dampak Emosional

Kehilangan figur lekat tentu menyakitkan dan membuat gelisah. Remaja yang terpisah dari kekasihnya juga kerap menunjukan reaksi marah serta tertekan. Tapi, derita perpisahan tak’ cuma ditimbulkan keadaan ini. Acap kali disebabkan pula oleh prosesnya. Seperti pertengkaran tanpa henti, perselingkuhan, pengacuhan, dst. Celakanya, niat pacaran seseorang yang semata demi senang-senang, membuat perkembangan kepribadian selalu dikesampingkan. Akibatnya strategi coping, sistem pertahanan diri, dan keterampilan sosial pun stagnan.

Orang juga jarang memiliki pengalaman bertanggung jawab pada suatu hubungan. Segala pernik romansa mereka semata ritual ketimbang aktualisasi diri. Bahkan, bukanya berkembang sebagian individu justru ketergantungan pada motivasi eksternal. Mereka terpacu jadi yang terbaik hanya lantaran malu pada pacar. Alhasil, mereka mudah kecewa bila pacar tidak memberi penghargaan selayaknya. Pacar—yang notabenenya individu yang belum dewasa—kadang bingung dengan kekecewaan ini. Sebab, mereka hanya mampu meraba isi hati sendiri dan mengerti lawan jenis sebatas kata teman.

Pasangan setidaknya mesti memiliki tingkat kognisi yang setara. Ketimpangan jenjang kognisi berisiko menyumbat saluran-saluran komunikasi. Individu dewasa umumnya lebih tepat dalam merespon nuansa dan memperkirakan perasaan seseorang. Sebaliknya, pemrosesan kognisi yang belum sempurna—seperti pada remaja—cenderung mendorong orang jadi terlalu intuitif serta impulsif dalam bersosialisasi. Romansa bagi remaja lebih seperti percobaan (trial and error). Maka, tidak heran jika penyesalan di masa muda begitu besar—dikarenakan silaturahmi yang tak’ mungking diperbaiki lagi.

Dilema putus Cinta bisa lebih buruk bila anda dan mantan kerap berpapasan. Eskalasi beban emosional yang terpendam akan kian menyiksa. Itulah mungkin kenapa banyak orang tua menyarankan agar tidak mencari pasangan yang satu kantor/sekolah/kelas. Kerapnya pertemuan juga berpotensi membuat orang sulit memahami luasnya dunia. Alhasil, romansa bakal terus terstimulasi untuk terjalin dan bubar lagi.

 

Sikap Tegas

Mengapa kita terlalu muluk membidik alur romansa? Manusia harusnya sadar bahwa kita hanyalah budak-budak asmara. Kuasa Cinta yang lentur seakan membiarkan kita menentukan sendiri peta romansa. Ini mirip ilusi kehendak bebas. Seolah manusia bebas berbuat tapi itu bukanlah keleluasaan sesungguhnya. Tiap perbuatan merupakan pilihan dan semua opsi punya konsekuensi tersendiri. Cinta seperti hukum alam lainya yang bersifat sebab-akibat, kekal, dan universal. Tubuh, jiwa, dan pikiran anda punya ambang toleransi dalam mencintai seseorang. Berdasarkan uraian di atas, berikut tips bijak mempertimbangkan ajakan rujuk mantan:

 

A.    Menerima

(1) Kembalilah padanya sesudah anda bahagia! Ini untuk mengantisipasi kemungkinan kehidupan anda ditumpangi. Anda masih tetap dapat tersenyum ketika berselisih denganya bila punya kehidupan lain di luar sana. (2) Terimalah penawaranya ketika hasrat dan perasaan anda berada di bawah kendali logika! Kenapa? Cukuplah sekali Cinta yang menggebu dan mengalir bagai air. Sekarang saatnya kita untuk mengambil manfaat dari sebuah hubungan. (3) Setujuilah ajakanya bila ia menjanjikan masa depan—bukan masa lalu! Ini setidaknya menjamin ia telah memahami kesalahanya menyia-nyiakan anda.

(4) Bukalah kesempatan jika ia lebih banyak mengajak bertemu ketimbang menyapa lewat HP atau media sosial! Ini guna membuktikan kesungguhanya menjalin kembali ikatan. Pembicaraan yang sengaja selalu difasilitasi alat komunikasi lebih seperti cara mengisi waktu luang. Anda tidak mau bukan, hubungan ini cuma jadi modus agar ia punya teman keluar?  (5) Ulurkanlah tangan bila ia benar-benar membuka dialog! Beberapa cewek hanya memainkan kode anonim untuk menarik cowok. Ini jelas salah bila anda pernah jadi pacarnya. Siasat itu bertujuan supaya seakan anda yang mengemis padanya.

 

B.    Menolak

(1) Acuhkan ia bila pernah menduakan anda! Pengkhianat tak’ akan pernah menghargai amanah. (2) Tolaklah jika ia setelah sekian lama baru menyesal berpisah! Baginya keseriusan anda di hari lalu hanyalah sampel. Dia merasa masih butuh banyak pembanding sebelum tahu mana kualitas terbaik. Di matanya anda tak lebih dari sumber daya yang bisa dikonsumsi. (3) Tutuplah telinga kalau ia mencoba kembali saat sedang disiksa pacar! Keberhasilan menyelesaikan masalahnya cuma bakal menjebak anda. Ilsui kuasa akan membuat anda selalu ingin memenuhi kebutuhanya. Lama-kelamaan pertolongan tersebut akan dianggap wajar dan kurang dihormati lagi.

(4) Acung dan goyangkan telunjuk bila ia membawa-bawa orang tua dalam membujuk! Ini adalah cara ia mengunci anda. (5) Hindari tawaranya kalau ia dulu pernah mengejek pekerjaan anda! Saat anda merasa terinspirasi dan bersemangat berkarya/kerja karena dia namun malah dihina. Catat itu! Dialah orang yang akan selalu meremehkan anda. Dia pasti tak’segan menjatuhkan anda di depan khalayak.

*Artikel ini mengutip rujukan dari artikel Modus Basi Orang Buat Ngajak Balikan Si Mantan.

    • quthubm
    • Juni 24th, 2013

    hehe, thankyu infonya bang :D

  1. Sama-sama gan.. :)

  2. bro main-main ke http://www.buburasem.com ya bro, rumah baru ini :D

  3. Ew.. Domain berbayar? OK deh gan.. :D

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: