Sistematika Daya Tarik Personal

Sistematika Daya Tarik Personal

 

            Kenapa seseorang harus memiliki daya tarik? Mungkin jawabanya supaya mendapatkan kedudukan yang lebih baik di masyarakat. Daya tarik berfungsi sebagai magnet kesan positif dalam interaksi sosial. Daya tarik dapat dibagi ke dalam komponen fisik dan karakter. Komponen fisik tumbuh mengikuti alur kurva normal sedangkan, karakter seperti grafik regresi positif (Y = a + bx). Kontribusi fisik terhadap daya tarik tidak dimulai dari nol (0) karena ketika bayi, manusia cenderung lebih menggemaskan ketimbang pada umur selanjutnya. Saat dewasa, pertumbuhan fisik mencapai puncaknya dan menurun perlahan bersama penuaan. Kontribusi karakter terhadap daya tarik diharapkan meningkat seiring pertambahan usia—sehingga mampu menutupi kekurangan daya tarik fisik.

 

Kurva Normal

 

Regresi daya tarik dan umur

Keterangan: (atas) Kurva normal dan (bawah) grafik regresi positif.

 

Pengantar

Daya tarik memiliki empat fungsi utama: Seksual, sosial, komunal, dan persuasif. Fungsi seksual digunakan untuk menarik pasangan; sosial untuk menjalin serta menjaga hubungan; komunal untuk memperkuat deskripsi jati diri; persuasif adalah alat bantu dalam memengaruhi orang. Makin kompleks dan komprehensif pemahaman individu terhadap potensi dirinya, kian mudahlah ia berfokus pada kelebihan apa yang akan dimajukan. Tiap fungsi daya tarik memang dimulai dari titik yang berbeda-beda namun akan tetap bertemu di satu tempat, lingkungan interpersonal. Posting ini akan coba menjabarkan kait-mengait antar komponen daya tarik dalam hidup anda.

 

“Orang mencintai sesamanya bukan karena status mereka tapi, lebih disebabkan perasaan apa yang mampu mereka timbulkan.”

Irwin Federman

 

Pemahaman Singkat

            Daya tarik tidak bisa begitu saja timbul cuma dengan menginstal suatu pola pikir baru. Anda yang tadinya biasa tidak mungkin seketika menarik bila hanya bermodalkan sepatah dua patah kata. Daya tarik berasal dari keajekan dalam menangani situasi sosial. Kelebihan ini tidak terbentuk akibat interaksi parsial (sepenggal-sepenggal). Contoh: Berani mengajak ngobrol cewek cantik saja tidak akan membuktikan anda menarik/pandai secara komunikasi. Sering bercengkerama dengan pejabat juga tidak lantas membuat individu bisa tergolong “High Class”. Keahlian sosial hanya dapat terlihat ketika anda menyikapi keadaan/manusia sebagai mana adanya bukan seperti yang seharusnya.

Pola pikir/keyakinan dalam menyikapi kejadian tersebut dapat pula digunakan untuk memprediksi peristiwa di masa depan. Tiap individu seperti kata George Kelly adalah seorang ilmuwan. Mereka berasusmsi, menguji hipotesis, membuat kesimpulan, dan meramalkan suatu kejadian. Mereka menerapkan keahlian ini untuk menangkap pengulangan perilaku orang lain. Kemauan untuk menguji berbagai metode interaksi sosial adalah kunci sukses ilmuwan dalam mengantisipasi suatu keadaan. Analogi tersebut terbukti ampuh dalam pengembangan karakter personal. Keberhasilan individu sebagai ilmuwan akan memberikan pondasi yang kuat bagi semua fungsi daya tarik yang ia miliki.

Sebagaimana perumpamaan ilmuwan barusan, selain terampil, individu pula harus menyiarkan keahlianya pada khalayak. Diharapkan usaha tersebut akan menuai banyak umpan balik (feed back) bermanfaat. Proses siar juga secara perlahan akan mengungkap karakter bersosialisasi anda, apakah sempit-dalam atau luas-dangkal. Tipe sempit-dalam tidak memiliki teman terlalu banyak. Namun, semua teman yang mereka punya bisa dipastikan handal, suportif, setia kawan, empatik, dan toleran. Sedangkan tipe luas-dangkal memang tergolong individu yang bergaul di segala kalangan. Tapi, jarang memiliki sahabat kental. Individu luas-dangkal hanya perlu menemukan 1-2 teman sempit-dalam. Terdengar sedikit namun, jumlah itu sudah cukup buat anda bergantung. Begitu pula sebaliknya bagi tipe sempit-dalam.

Daya tarik personal memang bisa saja terpancar hanya dengan menonjolkan keterampilan sosial. Tapi, butuh waktu lama sebelum orang benar-benar menyadarinya. Ada cara tambahan guna memunculkan daya pikat tersebut, yaitu percaya diri. Pakar menjaga hubungan tapi kelewat cemas saat bertemu orang baru, itu terlalu biasa. Anda setidaknya harus mampu melontarkan sedikit basa-basi dan senyuman pada orang asing yang duduk di kanan-kiri. Begitupun jika dalam suatu kegiatan umum tidak ada yang mau memimpin. Andalah yang sebaiknya memecah kebuntuan! Akibatnya mungkin orang akan selalu mengandalkan anda. Kita tidak harus senantiasa menerima permintaan mereka. Perintah balik dan buat mereka percaya mampu menyelsaikanya di bawah pantaun anda!

 

Pikatan Personal

            Individu menangkap keseluruhan citra seseorang terlebih dahulu sebelum akhirnya fokus ke area muka. Citra kasat tersebut dapat berupa penilaian pilihan busana, kebersihan badan, warna kulit, tinggi, taksiran umur, atau cara jalan. Sebelum benar-benar terjadi interaksi, orang biasanya akan mengamati cara kita kontak dengan lingkungan. Pikiran secara alami akan membuat atribusi dan menyiapkan ancang-ancang sebelum percakapan perkenalan. Atribusi dan asumsi awal selanjutnya diuji selama 10 menit pertama perbincangan. Menit-menit awal akan diisi topik normatif dan pertanyaan penyaring. Dari sanalah muncul penilaian apakah kita cukup menyenangkan dan membuat nyaman atau tidak.

Ada baiknya anda memperlihatkan sedikit keunikan: Semisal logat, senyuman, atau mimik. Sehingga kesan awal tadi bisa terlengkapi dan spesifik. Ini dilakukan dengan harapan untuk mempertahankan identitas tertentu yang orang sematkan pada anda. Kemungkinan akan ada sedikit prasangka negatif (prejudice) atau stereotip yang melekat. Bila itu terjadi, buktikanlah kebalikanya! Bukan lewat kompetisi tapi dengan serangkaian dialog teratur. Niscaya perlahan anda dapat menanamkan pemahaman/perspektif pribadi dalam kepala mereka. Memang lama namun, inilah proses mengubah musuh jadi sekutu. Jelas anda tidak bisa melakukanya pada semua orang. Ini adalah kelebihan lain dari pribadi sempit-dalam.

Perlu dicatat bahwa proses siar daya tarik ke lingkaran sosial tidak efektif jika dijalankan bersamaan dengan PDKT. Sebab sewaktu PDKT anda akan sibuk menanggapi respon dari cewek ketimbang teman. Padahal, siar daya tarik ke lingkungan sekitar membutuhkan fokus yang jauh lebih besar, konsisten, dan berkesinambungan. Harus dipahami pula bahwa segala perbuatan anda kepada teman merupakan eksperimen sosial! Segera setelah anda memunculkan teori dari percobaan tersebut, lakukan generalisasi! Anda tidak boleh mengunci keyakinan tersebut melainkan tetap menyediakan ruang untuk keraguan dan pengujian. Inilah yang kelak menghindarkan kita dari sifat keras kepala, snobistis, atau narsis.

Banyaknya pengetahuan yang dikumpulkan (mungkin) secara tidak sadar akan memengaruhi gaya bicara anda. Pengetahuan tersebut utamanya merupakan bahan introspeksi tiap malam. Anggaplah tadi siang anda berseloroh pada seorang teman! Lalu berbekal pengetahuan soal empati, keesokan harinya anda minta maaf. Kedewasaan serta kebesaran hati ini akan membuat lingkaran sosial anda saling menjaga perasaan. Secara tak langsung kita sedang membangun peta latar yang hebat bagi fungsi komunal daya tarik.

Memang, matang dalam pergaulan tidak akan meredam kecemasan romansa anda. Maka itu, selama eksperimen sebaiknya anda juga memasukan cewek sebagai sampel! Cermati cara mereka mengomentari sesuatu! Buat mereka menerima anda! Boleh jadi di kemudian hari mereka akan meledek anda soal percintaan—tapi, itu biasa. Itu hanya lelucon ringan pelipur bosan. Alhasil, lama-kelamaan saat bertemu cewek manapun kegrogian anda tidak akan separah sebelum membaca artikel ini. Merekalah yang akan balik merasa canggung—dan dengan sendirinya menganggap anda punya derajat tinggi.

 

Perawatan Ringan

            Daya tarik harus memiliki suatu standar tertentu: Standar itu terdiri atas aspek fisik dan interaksional. Daya tarik yang konsisten menuntut adanya pemeliharaan rutin dan kontinu pada kedua aspek ini sekaligus. Berikut, adalah beberapa contoh usaha dalam mempertahankan daya tarik:

 

1.     Perawatan Rambut

Bulu hidung menyeruak, bulu dada lebat seperti King Kong, atau rambut gondrong kusam ialah indikasi buruknya penampilan. Wajah yang terang dan tak ditumbuhi terlalu banyak bulu adalah hal yang disenangi cewek. Potonglah rambut secara teratur dan pastikan sesuai dengan usia anda! Jangan lupa pula untuk menyampoinya berkala! Rangkaian perawatan di atas akan menjauhkan anda dari kesan primitif.

 

2.     Perawatan Telinga

Bersihkan daun telinga setiap mandi! Jangan biarkan ia terlihat berminyak/mengkilat! Karena cewek bisa mencap anda jorok. Selain bagian luarnya, membersihkan kotoran liang telinga juga wajib dilakukan teratur!

 

3.     Bau Badan

Tidak hanya cowok, saya juga pernah mencium bau tidak sedap dari badan cewek—dan itu mengerikan. Bau yang menyengat akan membuat orang di sebelah anda ketakutan dan merasa terancam. Sumber bau paling besar biasaya ada di ketiak. Maka, gunakanlah lotion deodorant untuk mencegahnya! Tidak bau saja belum cukup. Anda juga harus wangi sebelum keluar rumah! Hindari mencipratkan banyak cologne ke baju! Sebab, orang bisa menganggap anda kampungan. Gunakanlah cologne/parfum pada pergelangan tangan, leher, atau belakang telinga! Bau yang tercium mungkin tak semerbak tapi itu akan cukup lembut bagi orang di sekitar anda.

 

4.     Kuku

Kebersihan kuku merupakan hal yang sangat penting bagi cewek. Jangan biarkan kuku anda panjang dan penuh kotoran! Kuku dianggap menggambarkan rekam jejak kerja tangan anda. Apakah anda suka main tanah, oli, atau cat semua bisa dilihat dari noda pada kuku. Kebersihan serta kerapihan kuku juga merupakan indikator kesanggupan si empunya dalam menjaga higien.

 

5.     Kompensasi

Pernahkah anda jalan bersama teman? Misalkan anda mengendarai motor dan membonceng seorang sahabat. Parkir-bensin anda yang bayar sendiri padahal, jarak yang ditempuh terbilang jauh. Mungkin, itu bukan masalah untuk anda. Tapi, apa yang bisa kita ambil kesimpulan adalah “Teman anda tidak peka”. Lebih parah lagi jika ia hanya akan memberi bila diminta.

Saya pernah mengalaminya dua kali dengan orang yang sama. Bisa dikatakan jarak yang ditempuh sangat jauh dan mampir berkali-kali. Saya berkendara dari pesisir, membelah pegunungan, masuk kampus, berhenti di POM bensin, dan akhirnya menurunkan ia di tempat yang diinginkan. Saya sama sekali tidak menyangka teman yang dibonceng ini tak menyodorkan uang alakadarnya. Saya pikir dia cewek dan pasti sensitif. Saat membonceng kedua kalinya, saya sempat setengah bercanda memintainya Rp15.000 sebagai ongkos—karena rumahnya memang amat jauh. Luar biasanya, tanpa menunjukan nada melas ia langsung bilang “Lima ribu”.

Cuaca kala itu kurang bersahabat, hujan yang tanpa henti memaksa saya berteduh dua kali—ditambah lagi jalan menuju rumahnya kurang bagus dan becek. Kebetulan saat itu bensin saya hampir habis jadi harus mampir ke POM bensin. Sampai dengan tangki diisi dan saya mengeluarkan uang dari dompet, ia belum juga merogoh kocek. Baru saat saya menyerahkan uang ke petugaslah ia mengonfirmasi, “Kamu yang bayar?” saya jawab, “Iya, tadi cuma bercanda (sambil tertawa getir).”. Kejadian di atas jelas menunjukan bahwa ia menyamaratakan saya dengan angkutan umum. Sekali naik angkot Rp2.000 dan untuk sampai ke rumahnya harus tiga kali naik-turun. Cerita ini tidak bermaksud membujuk anda jadi perhitungan. Namun, supaya anda paham arti sebuah empati.

 

6.     Berbicara Terang dan Perlahan

Katakan dengan jelas apa yang anda maksud terutama nama! Orang yang berbicara cepat kadang menunjukan bahwa ia terlalu lama memendam hasrat berkomunikasi—dengan kata lain kesepian. Bisa juga situasional karena anda tidak sengaja menyentuh topik yang sangat ia suka. Para pencemas juga diketahui banyak yang berbicara cepat dan lirih. Pengucapan yang jelas dan tertata adalah indikasi tingkat pendidikan serta kepercayaan diri seseorang.

Semua hal di atas minimal akan mempertahankan kesan kepribadian anda. Jangan pernah takut untuk melakukan hal baru! Misalnya berpakaian rapih. Sebab, daya pikat memang menghendaki adanya diferensiasi.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “Handout Psikologi Sosial”, “Regresi & Korelasi Linear Sederhana”, dan artikel Memanfaatkan kecerdasan Intrapersonal untuk pengembangan diri, atribusi, Jenis Pertanyaan/Pernyataan serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Cervone, D. & L. Pervin (2012). Kepribadian: Teori dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: