Di Balik Pertanyaan Cewek

Di Balik Pertanyaan Cewek

 

Bertanya adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan keterangan. Umumnya cewek punya keterampilan komunikasi di atas rata-rata cowok—cewek juga cenderung pandai berdiplomasi. Dengan segala keahlian ini, informasi yang didapatkan akan jauh lebih kompleks. Cewek bukan hanya mencari apa yang terucapkan. Tapi, mereka juga melihat apa yang ada di baliknya.

 

Pengantar

Cewek mengembangkan metode komunikasi yang khas. Salah satu bidang yang tidak luput dari perkembangan metode tersebut adalah romansa. Cewek sangat percaya pada metode mereka. Bahkan kadang cewek bisa menyimpulkan sifat cowok hanya dari kesan pertama komunikasinya. Tapi, cara cewek untuk menyikapi informasi tersebut bervariasi—tergantung dari lingkungan dan kepribadian. Artikel ini akan menunjukan pada anda beberapa hal yang seharusnya mudah dipahami dari komunikasi cewek.

 

“Aku mencintaimu bukan karena siapa kau tapi, karena siapa aku ketika bersama dirimu.”

Roy Croft

 

Asal Mula Percakapan

            Mungkin sekarang anda tengah duduk di samping orang asing. Karena satu alasan anda menegur ia dan terjadilah perbincangan singkat. Pada awal pembicaraan biasanya orang hanya menyapa bang, mas, mbak, atau adik. Kenapa bukan nama? Kita lazimnya mengingat nama untuk tujuan hubungan lebih lanjut. Seperti perdagangan, administrasi, persahabatan, atau untuk memudahkan pengelompokan.

Untuk bisa bertanya sesuatu, orang harus tahu beberapa hal. Keterangan yang banyak akan menimbulkan pertanyaan lebih banyak. Tapi, keterangan yang detail hanya akan menciptakan kata “Oh”. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal beberapa jenis pertanyaan. Di antaranya adalah pertanyaan tertutup, terbuka, dan penyaring. Pertanyaan tertutup adalah jenis pertanyaan yang sudah ditentukan jawabanya. Contoh, “Kalau mau ke kota A, lebih nyaman naik bus, kereta, atau travel?”. Pertanyaan terbuka adalah jenis pertanyaan di mana jawabanya harus disediakan sendiri oleh penjawab. Contoh, “Kalau mau ke kota A, paling nyaman naik apa?”. Pertanyaan penyaring adalah pertanyaan yang digunakan untuk mengelompokan suatu populasi—untuk tujuan tertentu. Contoh, “Kalau mau ke kota A kamu biasanya naik apa?” pertanyaan ini dimaksudkan untuk menyaring siapa yang biasa naik bus, kereta, atau travel.

Berdasarkan kedalamanya, percakapan bisa diklasifikasikan jadi pembicaraan sehari-hari dan diskusi. Pembicaraan sehari-hari lebih banyak digunakan untuk menjalin keakraban. Sedangkan diskusi terjadi karena berbagai motif. Beberapa di antaranya adalah untuk memecahkan masalah, mencari penerimaan sosial, aktualisasi diri, mendominasi, atau musyawarah. Percakapan adalah salah satu pokok komunikasi. Melakukanya dengan baik adalah langkah tepat untuk memperbaiki hidup.

 

Cewek dan Pertanyaanya

Sama seperti cowok, hari-hari cewek juga sering dihabiskan untuk membicarakan hal-hal ringan. Cewek senang membicarakan manusia dan hubunganya. Cewek membutuhkan tempat khusus untuk mengobrol. Karena apa yang dibicarakan bukanlah konsumsi umum. Seperti yang dijelaskan di atas, jumlah hal yang diketahui akan memengaruhi jumlah pertanyaan. Informasi di kalangan cewek digerakan oleh kelompok dan media sosial di sekitarnya.

Cowok mungkin saja mengungguli cewek dari segi teknologi informasi, kekuatan fisik, atau politik. Tapi soal hubungan sosial, cowok jauh tertinggal. Pertanyaan cewek tidak selalu membutuhkan jawaban. Kadang mereka bertanya hanya sekedar untuk menyapa atau berkenalan. Berbeda dengan cowok yang mendekati tiap pertanyaan dengan solusi. Cewek bahkan mampu melihat pertanyaan sebagai sarana perekat sosial.

Tingkatan perkembangan moral cewek membuat cara bertanya mereka berbeda dengan cowok. Dengan kata lain kedewasaan juga akan memengaruhi cara cewek bertanya. Berikut perbandinganya:

 

            Perkembangan moral cowok (Kohlberg)

  1. Moralitas pra konvensional (usia 4-10 tahun)

Pada tahap ini anak berusaha melakukan hal baik dan tidak berbuat buruk demi menghindari hukuman atau mendapat hadiah dan penghargaan.

 

  1. Moralitas konvensional (usia 10-13 tahun)

Di tahap ini anak mulai berusaha untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar. Hal itu baik atau buruk tergantung pada persetujuan orang yang lebih tua. Penekanan terletak pada penyesuaian diri dengan hukum dan pranata sekitar. Contohnya jika masyarakat dewasa di sekitar biasa mengendarai motor tak memakai helm. Maka, anak juga akan menilai bahwa memakai helm bukanlah hal penting—kecuali untuk menghindari tilang polisi.

 

  1. Moralitas pasca konvensional (usia 13 tahun ke atas)

Selama tahap ini seseorang mengembangakan kesadaran akan hak pribadi dan suara hati. Kesadaran ini bisa melibatkan pemikiran tentang perubahan untuk menciptakan kondisi yang lebih bisa diterima. Individu mulai mengembangkan gagasan tentang apa yang dipercayai dan apa yang akan diperjuangkanya. Tidak lagi bertindak karena takut dihukum atau demi persetujuan sosial. Sebaliknya, prinsip moral sudah menyatu dan menjadi filosofi hidup.

            Perkembangan moral cewek (Gilligan)

  1. Tahap Pertama

Pada tingkatan ini kebutuhan diri adalah patokan moral utama. Tindakan itu dinilai “Benar” apabila menguntungkan diri sendiri.

 

  1. Tahap Kedua

Cewek mulai lebih mementingkan keperluan orang lain ketimbang keperluan dirinya sendiri. Berbuat baik berarti bertanggungjawab dan “Tindakan benar” adalah suatu pengorbanan diri demi kepentingan orang lain.

 

  1. Tahap Tiga

Cewek sudah memberi perhatian yang seimbang antara keperluan dirinya—dan orang lain—dengan tujuan mengekalkan hubungan yang sudah ada.

 

Cowok cenderung menganggap manusia yang ada di luar dirinya sebagai orang lain. Keadilan bagi cowok lebih ke hak individu ketimbang kepedulian pada sesama. Sedangkan dengan kebutuhan akan hubungan sosial dan empatinya. Cewek akan berusaha untuk membayangkan bagaimana rasanya bila hal yang dialami orang lain juga menimpanya. Ini bukan berarti cewek tidak agresif. Tujuan agresi masih sama—yaitu membahayakan makhluk lain—hanya saja caranya yang lebih halus.

Agresi cewek bisa berupa pertanyaan sindiran. Contoh, “Kenapa sih orang menyebut kamu kampungan?” apakah ia tidak punya mata? Pertanyaan ini sebenarnya adalah pernyataan tidak langsung. Bagaimana cara membalasnya? Katakan, “Tega sekali kamu bertanya begitu.” agak sensitif memang. Pertanyaan cewek juga banyak yang mengandung jebakan. Mereka kadang menggunakan pertanyaan bebas atau tertutup. Tapi, sebenarnya itu adalah pertanyaan penyaring.

Contoh, “Bagaimana hubungan kamu dengan si dia?” kenapa ia tanya ini? Bukankah ini terlalu pribadi? Tujuan sebenarnya ialah cewek ingin tahu anda lajang atau tidak. Apa cuma itu? Lewat jawaban itu juga ia akan menganalisa watak dan tempramen anda. Hingga diharapkan kelak bisa terhindar dari hal yang tidak diinginkan—jika bersama anda.

Pertanyaan tadi juga sama dengan pertanyaan, “Kalian kenapa putus?” keduanya adalah pertanyaan penyaring. Jika jawabanya karena diselingkuhi. Cewek pasti akan cari tahu apa yang bisa membuat anda pantas diselingkuhi. Jika jawabanya karena bosan. Cewek biasanya akan menceritakan pengalaman senada–dengan kata lain memaklumi alasan anda. Jika jawabanya karena hubungan jarak jauh. Cewek juga pasti akan memaklumi itu.

Pertanyaan penyaring juga digunakan untuk melihat potensi selingkuh si cowok. Contoh, “Mbak itu cantik ya?” cewek ingin dirinya jadi pusat perhatian—dan akan sangat menyakitkan bila anda memuji wanita lain di depanya. Jadi Jawabnya, “Bukan selera saya.” dia akan bertanya lagi, “Lantas selera kamu seperti apa?” katakan semua hal yang anda suka dari dia! Tatap matanya sambil tersenyum. Ini akan terdengar seperti pujian di telinganya.

Cewek akan bertanya tentang hal yang jauh lebih rumit lagi. Contoh, “Apakah cowok suka cewek yang perhatian?” kita (cowok) tidak pernah peduli dengan perhatian cewek—kecuali soal SMS yang dibalas atau tidak. Lagi pula, perhatian cewek amat sulit dimengerti tanpa adanya kedewasaan berpikir. Namun, perkembangan moral cewek yang terlalu mementingkan orang lain justru sering membungkam diri mereka sendiri.

Seperti saat ada seorang teman si cewek yang menjelek-jelekan salah satu teman baiknya. Demi menjaga hubungan dengan si pencerita, cewek biasanya akan diam. Ini juga terjadi jika si cewek punya pacar. Ia tersakiti dan terus tersakiti tapi tidak mau mengungkapkanya. Karena takut pacarnya tersinggung dan hubungan berakhir. Ini yang memicu cewek membuat banyak pertanyaan penyaring sebagai tes.

Pertanyaan cewek bisa juga berupa perintah tidak langsung. Contoh saat ia menunjukan potongan rambut baru dan bilang, “Cantik tidak?” jawab “Tidak” sambil tersenyum lebar dan mengangguk! Cewek menginginkan pujian dan penghargaan anda. Tapi, mereka tidak mau terkesan seperti pengemis. Berat badan dan bentuk tubuh adalah hal vital bagi cewek. Maka, mereka mungkin akan bertanya, “Aku gemuk ya?” pada anda. Diamlah sesaat (seperti sedang berpikir) dan katakan, “Aku tidak tahu bagian mana yang gemuk. Coba kamu buka baju!” tidak, cukup bilang, “Kamu sudah terlalu kurus. Hentikan diet! Aku Cinta kamu apa adanya.” jangan lupa tatap matanya!

 

Posting terkait:

Cara Menilai Kebenaran Pembicaraan Cewek

Tipe Cewek yang Harus Diwaspadai

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “Handout Psikologi Sosial”, “Motif Sosial”, dan artikel Beda Pria dan Wanita Dalam Berkomunikasi, Perkembangan Moral, Jenis Pertanyaan/Pernyataan, Cara Memahami Bahasa dan Maksud Cewek, Answering Women’s  Questions, serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Brizendine, Louann (2006). The Female Brain. Jakarta: Ufuk Press.

Geldard, Kathryn., Geldard, David (2011). Konseling Remaja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: