Cara Merasa Beruntung Setelah Ditolak Cewek

Cara Merasa Beruntung

Setelah Ditolak Cewek

 

            Bayangkan anda sekarang tengah memandang kota di kejauhan dari atas puncak sebuah bukit! Anda ke sini bukan karena ingin bersenang-senang. Tapi, karena ingin menyendiri—melarutkan sedih—setelah ditolak cewek. Depresi akibat Cinta yang ditolak disebabkan oleh adanya konflik antara naluri (ID) dan nurani (Super Ego). Naluri—yang berada di bawah pengaruh kimia jatuh Cinta—bilang ingin terus. Tapi, nurani tidak bisa menyetujuinya karena, baginya ditolak berarti berhenti. Maka, dibutuhkan cara untuk menyelsaikan konflik ini.

 

Pengantar

            Cewek seakan punya kuasa absolut untuk menerima atau menolak cowok. Mereka mendapatkan status ini bukan karena lulus ujian tertentu. Seperti dosen yang pernah jadi mahasiswa maka, masuk akal jika ia—mengerti cara—memberi penilaian. Bagaimana dengan cewek? Pernahkah mereka merasakan pahitnya mengejar Cinta cowok? Mereka paling hanya pernah mencoba sekali lantas menyerah. Karena menganggap cowok tidak suka dengan cewek agresif. Lalu, jika sudah tahu begitu, kenapa sampai sekarang kita masih menyerahkan penilaian di tangan orang yang tidak berpengalaman mengejar Cinta?

 

“Perihnya Cinta adalah perihnya hidup. Cinta adalah luka yang berkepanjangan”

Maureen Duffy

 

Konsep Kurang Bahan

Pernahkah anda bertanya mengapa “Pacaran” sangat mirip dengan menikah? Penjajakan, lamaran, akad, dan resepsi. PDKT, tembak, ganti status facebook, dan makan-makan. Bedanya kalau nikah butuh pengakuan agama dan Negara—pacaran hanya butuh pengakuan teman. Jika anda berdua saja yang tahu maka, orang lain akan menganggap kalian cuma PDKT. Jadi masih terbuka kemungkinan untuk diperebutkan. Wanita dapat diperistri seseorang setelah ia (resmi) bercerai. Cewek baru bisa jadi pacar orang lain pula setelah ia putus. Jika setelah cerai dan ingin menikah kembali itu namanya rujuk—dalam pacaran dikenal sebagai “Balikan”.

Tujuan nikah—salah satu di antaranya—adalah guna menghalalkan hubungan antar lawan jenis. Lucunya sebelum pacaran, cowok dan cewek juga tabu untuk saling panggil Ayah-Bunda. Saat si Ayah belum pulang, Bunda pasti SMS, “Di mana Ayah? Kenapa belum pulang?”—pacaran mengenalnya sebagai “Kasih kabar”. Pernikahan mewajibkan adanya perhatian dan kasih sayang—dalam suatu keluarga. Waktu harus lebih banyak diluangkan untuk keluarga. Ketimbang dengan teman-teman di luar rumah—pacaran pun begitu. Kita harus lebih mementingkan hubungan ketimbang teman.

Saat orang bertanya, “Sudah punya pacar?” itu berarti anda harus menunjukan bukti kepemilikan. Contoh: Foto berduaan yang tersimpan di HP. Lalu, jika si cewek pindah ke kota lain dan ia tidak menunjukan bukti tersebut. Apakah ia bisa disebut lajang? Tentu saja (iya) bagi mereka yang tidak mengetahuinya. Jadi apakah sah jika ia diajak jalan orang?

Apakah pacaran harus terlebih dulu jadian? Saya punya sebuah kasus untuk menjawabnya. Katakanlah anda sekarang punya pacar. Lalu, salah seorang teman melaporkan bahwa cewek anda pacaran dengan cowok lain. Dia menyebutkan dengan spesifik apa saja yang dilakukan mereka berdua: Jalan, makan, nonton, pegang-pegangan tangan, dan rangkul-rangkulan.

Apa reaksi anda? Apakah anda akan bilang, “Eh! Kalau cuma seputar kegiatan-kegiatan itu saja, belum pacaran namanya.”? Jadi , anda menganggap mereka melakukan semua itu atas dasar pertemanan. Karena belum ada kata “Jadian” dan ganti status di facebook. Pastinya, kita tidak akan menyimpulkan begitu, bukan. Kasus ini mirip saat ada anak perempuan yang berargumen dengan Ayahnya soal larangan berpacaran.

Si Ayah marah karena anaknya masih SMA sudah berani pergi nonton, pegang-pegangan tangan, dan peluk-pelukan dengan cowok. Si anak telah melakukanya dengan empat cowok berbeda—dalam kurun waktu dua tahun. Apakah si Ayah akan percaya jika anaknya bilang, “Aku tidak sama sekali melanggar larangan Ayah. Karena aku belum pernah jadian dengan mereka semua.”? Untuk mengidentikan diri dengan kalangan tertentu. Kita harus melakukan hal yang sama dengan mereka. Orang Brazil yang tidak mengenal istilah kencan. Bagi mereka setiap hubungan adalah serius. Maka, ketika berada di sana kita tidak akan pernah mendengar tanggal jadian, melainkan tanggal pernikahan. Jelas sekali bahwa konsep ini tidak berlaku universal—baik pada individu, maupun, kelompok.

 

Penolakan yang Akan Disyukuri

            Saya tidak pernah berniat mencari cewek hanya untuk dijadikan pacar—saya mencari “The one”. Pacaran bukanlah rekreasi, seperti kata orang-orang, melainkan konsumsi tenaga, waktu, dan uang. Saya berusaha memperkecil kesalahan dalam menilai seseorang. Maka, itu studi mendalam pada individu akan lebih mampu mengungkapkan gejala-gejala kepribadian—ketimbang pada kelompok. Jadi, saat anda PDKT dengan cewek. Jangan bandingkan perilaku mereka dengan orang lain—apalagi harapan anda! Bandingkan fluktuasi perilaku mereka dari waktu ke waktu! Hasil tersebut mungkin akan menunjukan beberapa hal yang cukup menarik. Tentang ciri cewek yang tidak akan membuat rugi anda ketika ditolak. Berikut, uraianya:

 

 1.     Cewek yang Pernah Diselingkuhi Lebih dari Sekali

Cukup masuk akal jika ada cewek yang pernah jadi korban cowok iseng atau bad boy. Tapi, bayangkan jika ia sudah mengalaminya berkali-kali! Bisa jadi dia cewek yang terlalu mudah dirayu atau dibohongi.

Mungkin juga ada kelakuanya yang selalu bisa mendorong cowok ingin selingkuh. Individu ini biasanya menolak cowok yang punya metode PDKT sama dengan mantan-mantanya—yang selingkuh. Lebih buruknya lagi, trauma akibat dikhianati (berulang-ulang) bisa mengubah mereka jadi pencemburu buta.

 

2.     Cewek yang Tidak Pernah Mengucapkan Terima Kasih

Saat bukunya jatuh, anda ambilkan dan ia hanya berpaling tanpa berterima kasih. Ya, itulah manusia—sering khilaf. Namun, Ketika dua kali ini terjadi, catat itu! Jika selanjutnya memang tidak ada perubahan. Ada kemungkinan besar bahwa orang ini adalah anak manja yang selalu terpenuhi keinginanya.

Ia menganggap apa yang dilakukan orang untuknya adalah hal yang wajar. Jika dari awal perkenalan anda sudah menunjukan kesanggupan untuk memenuhi semua kebutuhanya. Ia (pasti) akan mulai dengan membuat permintaan sederhana. Lekas setelah disanggupi, ia akan meminta hal yang lebih besar (The foot in the door effect).

 

3.     Cewek yang Memanipulasi Kata Terima Kasih

Jika anda pikir berterima kasih itu sudah cukup. Coba pikirkan kembali! Percaya atau tidak, ada segelintir orang yang tetap ingin terlihat sopan dan manis. Walaupun sedang tidak peduli dengan sesuatu. Pernahkah anda mati-matian mengusahakan suatu pemberian demi cewek? Lalu, apa responya? Apakah ia hanya tersenyum dan bilang, “Terima kasih ya.” hanya itu saja—tidak ada komentar lain.

Ya, mungkin saja ia hanya sedang asyik dengan barang barunya. Tapi, bila terjadi berulang kali, ini adalah indikasi bahwa calon anda adalah seorang manipulator. Pernahkah ia bertanya di mana anda membelinya? Berapa harganya? Apakah ia peduli cara anda mendapatkanya? Orang-orang seperti ini tidak akan pernah menghargai perasaan anda. Jadi berbahagialah jika tidak pernah bertemu dengan orang seperti mereka.

 

4.     Cewek yang Merahasiakan Statusnya

Ini sedang jadi tren di kalangan remaja. Lewat kehadiran jejaring sosial dan telepon pintar. Cewek mampu mengorganisir empat kencan sekaligus. Tidak ada yang tertulis di dinding facebook. Tapi, ada segulung jejak percakapan di kotak pesan.

Tidak ada gunanya tukar nomor. Karena ia pasti sudah selangkah lebih maju di depan anda. Tipe ini menikmati dicintai oleh banyak pria. Kemampuan mereka untuk memisahkan antara perasaan dan hubungan. Membuat mereka tega memanipulasi semua cowok.


5.     Cewek yang Menyebut Anda Teman Tapi Tidak Pernah Membuktikanya

Mungkin anda pernah mendengar cewek yang menolak cowok karena alasan hanya menganggap teman. Tapi, apakah anda tidak merasa ganjil? Pernahkah ia (benar-benar) memperlakukan anda layaknya teman? Apakah setelah menolak anda ia pernah berusaha merekonsiliasi?

Memang bukan masalah besar, berbohong demi menyelamatkan diri dan perasaan orang lain. Namun, mengapa harus alasan klise? Orang-orang yang membuat alasan seperti ini. Biasanya adalah mereka yang akan menjalankan semua adat-istiadat kencan dan menyumpah serapah anda ketika hubungan berakhir. Ini kejadian yang umum. Saya juga agak bingung tipe ini masuk atau tidak. Tapi, satu hal yang pasti, mereka tidak dewasa.

 

6.     Cewek Sarkastis

Namanya cewek pasti cerewet. Tapi, hati-hati dengan tipe ini! Mereka bukan hanya cerewet, lidah mereka pun setajam pedang. Kata-kata mereka mampu menyayat-nyayat hati anda. Banyak ocehan cewek ini yang terdengar melecehkan dan merendahkan.

Salah satu ciri utama tipe ini adalah ketidakmampuan menghargai orang lain. Mereka belum tentu egois. Tapi, tindakan mereka cukup untuk membuktikan bahwa mereka tidak peduli dengan perasaan orang.

 

7.     Cewek yang Bertindak Sebelum Berpikir

Mereka orang yang mengasyikan, penuh kejutan, dan fleksibel. Tapi, mereka mudah bosan dan terlalu hedon. Tipe ini bisa membentak tanpa berpikir orang juga punya hak untuk marah. Jika sedang tidak tertarik dengan suatu topik. Cewek ini hanya akan meng-iya-iya-kan dan menunggu kapan anda berhenti bicara.

Saya yakin akan banyak kesenangan yang anda dapatkan dari mereka. Ketimbang menyelsaikan masalah, mereka lebih suka meninggalkanya begitu saja. Jika anda bukan orang seperti mereka. Anda akan sering sakit hati karena, mereka jarang meminta maaf atas apa yang terucap.

 

Kesia-siaan

            Sekalipun sudah membaca tujuh ciri di atas. Tapi, itu tidak menjamin anda menghindari mereka. Kenapa? Berikut, beberapa alasan orang tetap mengejar ketujuh tipe di atas:

 

 A.    Kesepian

Ada beberapa ciri orang kesepian: Putus asa, depresi, bosan, gelisah, dan suka mengutuk diri sendiri. Kesepian disebabkan oleh kurangnya interaksi sosial. Perasaan bosan dan depresi akan mendorong individu untuk mengintensifkan kontak dengan dunia luar—terutama lewat SMS dan facebook.

Pacaran juga merupakan obat bagi kecenderungan untuk mengutuk diri sendiri. Jadi, dalam kasus ini pacaran adalah semata rekreasi untuk mengurangi kegelisahan. Pantaslah jika barang siapa yang jadi calon itu tidak penting.

 

B.    Pengaruh Pornografi

Bagi anda yang gemar menonton video porno. Banyak ilusi—seputar pacaran—yang akan mengambil alih pikiran. Seperti membonceng, duduk berdampingan, menatap, menyentuh, atau bahkan desahan nafas. Sudah cukup untuk membuat anda merasa lebih dekat dengan acara bersenggama. kebutuhan akan eskalasi kenikmatan mendorong seseorang untuk selalu merasa kesepian.

 

C.     Investasi Emosi

Kepalang atau terlanjur adalah kata kunci poin ini. Ketika kita memulai PDKT namun, ternyata menemui pertanda bahaya di tengah jalan. Seorang pasti akan tetap melanjutkanya. Karena menganggap bahwa ini bagian dari resiko. Semua waktu, tenaga, dan uang yang sudah dikeluarkan akan dianggap rugi jika sampai tidak mendapatkan si dia. Padahal, kesenangan yang didapat setelah jadian belum tentu sepadan. Ini juga yang mungkin menyebabkan ada pacaran yang cuma bertahan 1-2 hari.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “Hadout psikologi sosial”, “Cara Memikat Wanita Idaman Anda Vol. 2”, “Psikologi Kepribadian”, dan artikel Top 10: Dating Red Flags, Dating Tips From Victoria’s Secret Models, Dating Is A Numbers Game, serta banyak artikel lainya.

 

Daftar Pustaka:

Tickle, Naomi (2010). You Can Read A Face Like A Book. Jakarta: Ufuk Publishing.

Fisher, Helen (2011): Why Him, Why Her? Jakarta: Ufuk Publishing.

 

    • buburasem
    • September 4th, 2012

    kalo nikah harus ada pengakuan dari orang tua juga gan, kalo gak namanya nikah lari x)

  1. Ya kalo agama dah merestui biasanya izin orang tua dah di tangan … Hehehe

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: