Fungsi Status Pacaran

Fungsi Status Pacaran

 

            Kemungkinan besar tulisan ini adalah bahasan yang paling tidak diminati untuk dibaca. Mungkin saja begitu melihat judulnya orang akan langsung bergumam, “Ah! Kenapa menuliskan hal yang terlalu mudah ditebak?” tidak menantang. Ya! Orang pasti akan berpikir pacaran itu PDKT, tembak, tolak/jadian, jika jadian boleh jalan. Tapi, apakah anda pernah berpikir fungsi, manfaat, dan efek samping kegiatan ini?

 

Pengantar

             Semua orang berharap untuk dibalas perasaanya, dan cara yang menurut mereka cukup realistis adalah dengan berpacaran. Apakah perasaan dinyatakan dengan mulut? Jika “Iya” lalu Kenapa kebohongan juga keluar lewat lubang yang sama? Apakah kata “Putus” merupakan akhir dari sebuah perasaan? Kenapa hal ini menjadi sebuah prosedur? Apakah Cinta harus tunduk pada aturan? Lalu, apakah anda tahu kenapa anda harus punya pacar? Cinta jadi terkesan baku ketika saya menjelaskanya ke dalam poin-poin di bawah. Artikel ini ditulis berdasarkan campuran pengamatan fenomena dan empati.

 

“Suatu Hubungan itu seperti setangkai mawar,

berapa lama itu akan bertahan, tak ada seorang pun yang tahu;

Cinta bisa menghapus masa lalu yang menyakitkan,

Cinta bisa menjadi milikmu, kau akan melihatnya di akhir nanti;

Merasakan Cinta, membuatmu mengeluh,

kehilangan Cinta, lebih baik mati;

Kau berharap telah menemukan mawar spesial itu,

karena kau mencintai dan peduli pada apa yang kau pilih.”

Rob Cella

 

Realitas Dunia Cowok

            Saya punya pacar super cantik, senyum manis, suara lembut-melengking, feminin, berkelas tapi, hatinya untuk orang lain. Saya punya pacar manis dan imut tapi, terlalu posesif. Orang hanya perduli apakah anda jadian atau tidak. Pernah Photo box atau belum. Disiarkan di facebook atau anonimus. Mereka tidak pernah mau tahu perasaan anda saat menjalaninya. Saya ada sebuah lagu dari T2 judulnya Ku Punya Pacar. Mungkin bisa memberi anda sedikit pencerahan.

“Ku punya pacar”

“Tidak tahu buat apa”

“Tidak tahu bisa apa”

“Tapi mau jadi pacar”

 

“Ku punya pacar”

“Tidak sadar punya pacar”

“Bikin susah jadi pacar”

“Karena sudah punya pacar”

 

“Ku punya pacar”

“Sudah mantap jadi pacar”

“Tapi tidak seksi”

“Tidak ada chemistry”

Reff

“Kalau begini terus begini”

“Lama-lama jalan sama kamuku bisa jadi eneg”

“Benar-benar eneg”

 

“Kalau begini terus begini”

“Lama-lama jalan sama kamuku bisa jadi bosan”

“Benar-benar bosan”

Lucu jika kita hanya mengejar status. Saat cowok memulai PDKT dengan terus-menerus melayani. Sebenarnya cewek sudah tahu akan berakhir di mana permainan ini. Maksudnya, bila suatu hari si cowok menembak, mereka pasti sudah siap untuk menerima. Tidak mungkin terus menolak—karena si cowok sudah terlalu baik. Mereka takut dibilang tidak tahu terima kasih—untuk semua hal yang bahkan tidak mereka minta. Tapi, cewek biasanya akan berusaha menyembunyikan status. Sebab mereka tidak ingin kesempatanya didekati oleh cowok lain yang lebih berkelas jadi pupus.

Banyak cowok yang bangga terjerembab dalam keadaan ini dan merasa punya hak untuk tetap mengatur si cewek begini-begitu. Alhasil si cewek jadi eneg dan mulai memperlakukan mereka seadanya. Layaknya pisau bermata dua, pacaran di satu sisi meredam kegelisahan. Namun, di sisi lain mempersulit gerak jiwa seseorang untuk berpindah ke hati yang lain.

           

Kewajiban Pacar

Ada beberapa hal yang agak aneh disebut sebagai kewajiban namun, begitulah adanya. Berikut, uraianya:

 1.     Menjaga Komunikasi

Seorang pacar wajib melaporkan keberadaanya dan sedang dengan siapa ia. Beda antara teman dan pacar adalah kualitas dan frekuensi komunikasi. Orang yang tiba-tiba menjadi sering menghubungi lawan jenisnya. Akan dengan mudah (kentara) sekali dianggap sedang melakukan pendekatan.

 

2.     Berbohong dan Berpura-Pura

Banyak fakta yang disembunyikan dan segala macam hal-hal yang dipermanis selama pacaran. Seolah setia, seolah punya uang, seolah bijaksana, dan banyak seolah lainya. Segala kebohongan dan kepura-puraan ini sebenarnya dilakukan oleh kedua belah pihak. Apapun dilakukan agar ia senang. Untungnya orang yang sedang jatuh Cinta mempunyai toleransi yang amat longgar. Jadi bila kepergok, itu cuma akan berakhir dengan sedikit kemarahan dan semua akan baik kembali.

 

3.     Jadi Tukang Ojek

Bermodalkan uang, bensin, dan pulsa anda sudah bisa memenuhi kewajiban dasar sebagai seorang pacar (antar-jemput). Banyak juga teman-teman saya yang bisa mendapatkan status setelah mengabdi sekian lama sebagai tukang ojek. Kenapa cewek memandang ini sebagai kewajiban? Karena cowok terlalu sering melakukanya.

 

4.     Jadi Tempat Curhat

Saat jatuh Cinta otak akan mampu tetap terfokus pada semua yang cewek katakan. Cewek juga membangun ikatan sosial lewat curhat. Mereka ingin anda mendengarkan karena, cewek berpikir, curhat adalah salah satu cara untuk memasuki kehidupan seseorang.

 

5.     Takzim

Sebagai seorang cowok kita seharusnya hormat dan sopan (takzim) terhadap wanita. Dari mulai intonasi lembut, jalan yang mesti seiring-seirama, sabar, pengertian, jujur, mendahulukan wanita, dst. Jelas kentara berpura-pura, jika anda hanya melakukan itu pada satu orang saja. Bodohnya, cewek akan tetap menganggap ini sebagai suatu hal yang wajar.

 

6.     Menyatakan Cinta Secara Berkala

Cewek senang mendengarkan lagu-lagu romantis yang berisi pengorbanan seseorang demi Cinta. Menghayatinya kadang malah sambil memejamkan mata. Cewek ingin selalu diyakinkan bahwa ia dicintai setiap saat.

 

7.     Terlihat Ada Perubahan

Apa manfaat yang kamu dapatkan setelah mempunyai pacar? Jadi lebih sering mandi? Jadi lebih semangat kuliah? Jadi lebih rapih? Itu semua hanyalah hal umum yang tidak akan dilihat cewek sebagai sebuah perubahan besar. Kadang cewek ingin anda berhenti merokok, begadang, boros, bersikap kekanak-kanakan, dsbg. Dalam banyak kasus, wanita sering minta putus, dikarenakan tidak tahan lagi terus-menerus dijanjikan perubahan oleh pacarnya.

 

8.     Punya Inisiatif

Cewek akan senantiasa menguji kepekaan anda. Apakah cakap menanggapi semua isyarat non-verbal, diplomasi, atau mampu mulai bertindak atau tidak. Cewek bukan tidak mau membantu tapi, sudah sewajarnyalah cowok yang menyelasaikan masalah.

 

Fungsi status Pacaran

            Apa yang terpikirkan ketika anda mendengar bahwa teman anda baru saja jadian? Berikut, beberapa fungsi status pacaran:

 A.    Cara Untuk Mematikan Potensi Cinta Lain

Saat mengetahui seorang cewek sudah jadian. Kadang kita menganggap ia tidak akan pernah membalas perasaan selain perasaan dari pacarnya. Jadi serta-merta itu akan mematikan keinginan kita untuk mendekatinya. Inilah salah satu keuntungan umum dari adat berpacaran.

 

B.    Hak Untuk Memproteksi

Sebagai pacar kita merasa berhak untuk mencurigai orang lain yang mungkin akan mendekati si dia. Menyingkirkan dan menindak mereka atas suatu hukum tak tertulis yang tegas. Nalurilah yang mengatakan begitu.

 

C.     Memperlancar Ajakan

Jika kita sudah jadi pacar, akan lebih mudah memaksa cewek untuk menuruti semua ajakan. Akan lebih percaya diri untuk mengatakan banyak hal yang segan diutarakan ketika PDKT. Seakan memberi keleluasaan untuk berduaan. Namun, ini tidak akan terjadi pada hubungan yang didominasi oleh wanita.

 

D.    Identifikasi Gender

Cowok yang normal seharusnya punya cewek dan begitu pula sebaliknya. Ini secara mendalam tertanam di benak semua orang. Sehingga di satu sisi mudah pula bagi para penderita penyimpangan seksual untuk menyembunyikan keadaan mereka—hanya dengan memiliki pacar dari lawan jenis.

 

E.     Status Sosial

Seperti yang digambarkan di film, orang dewasa adalah mereka yang menggandeng wanita di sampingnya. Mereka yang berkelas adalah mereka yang bisa mendapatkan hati wanita cantik nan rupawan. Karena wanita cantik dan rupawan identik dengan kemewahan. Maka, bisa ditarik garis lurus korelasi antara penampilan pacar dengan kelas si cowok.

 

F.     Penghilang Rasa Gelisah

Saat jatuh Cinta, rasanya itu seperti ingin selalu berada dekat dengan si dia. Ingin selalu melihat wajahnya dan ingin malam cepat berganti pagi. Kegelisahan karena imajenasi liar dan rasa ketidaksabaran untuk bertemu. Telah mengubah status pacaran menjadi suatu defense mechanism yang melindungi diri kita dari penderitaan. Pernahkah anda melihat foto profil seseorang yang disamakan dengan pacarnya? Itulah salah satu manifestasi dari kegelisahan akibat perasaan terpisahkan. Semakin manis, intens, dan eksebisif komunikasi suatu pasangan. Maka, semakin gelisahlah mereka berdua.

Dilihat dari semua uraian di atas, seharusnya pacaran adalah media yang tepat untuk mendewasakan diri. Tapi entah bagaimana, alih-alih mendapatkan manfaat. Pacaran justru hanya menjadi sebuah kegiatan yang impulsif.

 

*Artikel ini mengutip rujukan dari e-book “The Female Brain”, “Make Every Women Love You”, dan artikel Sehat Mental dengan Mekanisme Pertahanan Diri (Ego), serta banyak artikel lainya.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: