Apatis Cinta

Apatis Cinta

 

Saya tersentak dan mulai merenung selama berjam-jam tentang “Hakikat Cinta”. Ini dipicu oleh perbincangan yang saya lakukan bersama seorang teman karib. Semua asumsi tentang Cinta menurutnya hanya seputar pacaran. Saya berpikir keras tapi tidak mampu mengeluarkanya saat itu juga. Posting ini akan coba menstimulasi kepedulian anda pada aspek-aspek yang melingkupi Cinta. Tapi sebelumnya, ada sedikit tes karakter sederhana di sini. Tugas anda adalah memilih salah satu dari keempat bentuk: Segi tiga, segi empat, segi enam, dan lingkaran. Silahkan temukan jawaban tentang bentuk pilihan anda dalam artikel ini!

 

Pengantar

Manusia gemar memberi stereotip pada suatu hal. Stereotip itu bisa benar, sebagian benar, atau salah total. Cinta mendapatkan banyak stereotip negatif di tengah masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai gambaran besar Cinta. Menggiring kita pada penyimpulan dini yang didasarkan fakta sekeping-sekeping. Cinta di satu sisi adalah hal subjektif yang ditafsirkan berdasarkan kepentingan si empunya pengalaman. Maka, tidak heran bila Cinta jarang mendapat pemahaman universal. Artikel ini bertujuan memperluas penghayatan mengenai Cinta yang dilihat dari beberapa sudut.

 

“Cinta tanpa naluri, tidak mungkin. Cinta tanpa pikiran, binatang. Cinta tanpa perasaan, datar. Cinta tanpa hati nurani, buta.”

Edo Prasojo

 

Hakikat Manusia

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk tersempurna dari semua makhluk lainya. Apa buktinya? Saat melihat jasad, anda akan menangkap semua kenampakan fisik. Apa yang membuat kenampakan fisik tersebut dapat bergerak dan berkembang? Ialah suatu yang tak kasat mata yaitu roh yang sifatnya gaib. Setelah roh mengisi jasad apakah hidup otomatis sintas? Sesuatu yang hidup pasti punya kebutuhan dasar. Cara Tuhan untuk membuat makhluknya mampu memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan memasukan perangkat lunak berupa naluri yang berbentuk nafsu. Tapi, bila manusia hanya digerakan naluri ia akan tidak lebih dari binatang.

Maka, Tuhan menciptakan perangkat lunak lain berupa pikiran. Manusia yang bernaluri dan berpikiran juga tidak bisa disebut sempurna. Karena mereka hanya naik tingkat jadi binatang cerdas. Contoh kelakuan binatang cerdas adalah korupsi, membabat hutan, dan mencemari lingkungan dengan alasan pembangunan. Mereka menggunakan karunia pikiran semata untuk memuluskan kepentingan dan syahwat. Demi menghindarkan dunia dari kehancuran, Tuhan menciptakan perasaan. Kegunaanya adalah untuk memberikan gejolak emosi sehingga manusia dapat merasakan kesenangan, seni, dan keindahan. Dunia jadi lebih indah sepertinya namun, ternyata keindahan, seni, dan kesenangan justru diarahkan manusia pada pengembangan tujuan naluriahnya.

Manusia mengembangkan kamera, gambar bergerak, efek pencahayaan, komputer semata demi memperindah tampilan pornografi agar lebih terlihat menyenangkan. Karena tahu manusia akan hancur juga akibat tersesat dalam diri mereka sendiri. Maka, Tuhan menciptakan hati nurani. Setelah manusia punya hati nurani mulailah mereka mampu berdiri, berpikir, dan merasakan semua yang benar atau salah secara sempurna—bukan hanya karena alasan situasional semata.

Situasional adalah ciri pikiran, contoh: Anak akan patuh pada orang tua namun saat mereka pergi, ia akan melakukan semua yang dilarang. Tapi, dengan kehadiran hati nurani kehidupan jadi jauh lebih terarah. Sebab di dalam diri manusia telah ada nilai moral. Walau ada kesempatan tapi, karena ia tahu itu menyalahi moral, ia tak akan melakukanya. Moral juga sering disinonimkan dengan “Orang tua batin”.

 

Hakikat Cinta

            Cinta berakar dari obsesi yang terjadi karena adanya hasrat yang dipicu oleh ketertarikan. Contoh seperti saat kita melihat Hand Phone jenis terbaru yang sangat menawan. Kita tertarik pada benda tersebut. Hanya tertarik tak akan menimbulkan Cinta namun, jika diiringi hasrat, anda akan terdorong memikirkan cara untuk memilikinya. Hasrat adalah bagian dari naluri manusia, contoh: Hasrat makan dan minum. Lalu, saat keinginan mendapatkan HP itu meningkat anda akan mulai mencurahkan lebih banyak waktu guna mencari tahu tentang HP tersebut, dana untuk membelinya, atau bahkan sampai terbawa ke mimpi dan menjadi obsesi.

Satu tingkat di atas obsesi adalah Cinta yang terwujud sebab adanya ketertarikan, rasa nyaman, dan hubungan batin. Anda akan marah dan tidak simpatik pada orang yang mencela HP tersebut. Anda tidak mampu mencari kelemahan HP itu walaupun sudah ada review/ulasanya di mana-mana. Inilah Cinta yang Tuhan maksudkan sebagai kompleksitas dalam hidup.  Kompleks karena melibatkan perasaan, naluri, pikiran, dan hati nurani secara hirarkis. Akhirnya semua proses itu akan menimbulkan sebuah keadaan dalam diri manusia yang tercermin pada fisiknya. Cinta bukan cuma soal lawan jenis. Karena selama anda masih menjadi manusia Cinta akan terus ada mewarnai hidup baik itu berupa hobi ataupun hasrat-hasrat lainya.

 

Pembahasan Tentang Selera

Manusia tumbuh dan berkembang dalam keadaan yang berbeda—walau mereka kembar sekali pun. Itulah yang membuat penggunaan Cinta dalam hidup berbeda-beda antara satu sama lain. Ada yang menjadikan Cinta sebagai manifestasi hobi, kegilaan (maniak), dan obsesi hidup yang harus dikejar. Karena adanya kebutuhan maka akan ada pula dorongan untuk memenuhinya. Kebutuhan juga mengenal kata ideal yang merujuk pada keadaan di mana rekor tertinggi yang dibutuhkan tercapai baik berupa kualitas maupun kuantitas.

Berdasarkan kebutuhan pada diri manusia dan adanya pandangan variatif tentang kata ideal. Maka terciptalah selera dalam diri manusia yang mana menjadi tuntunan dasar preferensi seorang. Pembahasan tentang selera amatlah vital. Ada kelas khusus atau seminar yang membahas tentang selera pasar, makan, dan lainya. Lihatlah betapa orang sibuk meneliti dan mempelajari hal ini!

Selera bergantung pada pengalaman dan prasangka yang terbentuk dari banyak unsur seperti afiliasi politik, geografis, agama, pendidikan, budaya, dan tingkat perekonomian. Contohnya adalah perbedaan selera makan orang yang tinggal di dataran tinggi dan rendah. Orang dataran tinggi menganggap makanan dan minuman hangat itu ideal dikonsumsi dalam jumlah sekian per hari. Sedangkan orang dataran rendah memandang makanan dan minuman hangat hanya ideal dikonsumsi saat malam dan dalam jumlah tertentu pula. Kenapa mereka tidak memperdebatkan selera masing-masing? Karena mereka paham tentang perbedaan kebutuhan dan takaran ideal orang lain.

 

Akar dari Cinta

            Kita sudah melihat bahwa terjadinya Cinta adalah saat anda mulai tertarik pada sebuah objek. Namun, bagaimana manusia bisa tertarik dengan sebuah objek? Jawabanya adalah karena adanya referensi dari selera manusia tersebut. Anda tertarik dengan komputer karena anda membutuhkan dan merasa bahwa idealnya orang yang punya kesibukan seperti anda punya sebuah komputer. Lalu, saat komputer sudah dimiliki akan timbul kebutuhan terhadap hiburan dan perangkat lunak lain yang harus melengkapi komputer tersebut. Anda memandang satu software dan satu game saja sudah cukup untuk saat ini. Namun, apakah di saat yang sama orang lain juga berpikir bahwa ia hanya butuh satu software dan satu game saja seperti anda?

Maka itulah, ketertarikan seseorang dapat berbeda-beda berdasarkan selera. Saat tertarik pada suatu objek, secara alami anda sudah masuk dalam proses jatuh Cinta. Lalu, apakah ada orang di dunia ini yang berhak menghakimi ketertarikan anda pada sebuah objek? Jika ada yang bilang bermain game adalah ketertarikan yang konyol. Maka, dia adalah orang yang berwawasan sempit. Game sudah ada sejak manusia ada dan berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Game memunculkan industri, game memunculkan kesenangan, dan game memunculkan ketangkasan.

Lalu, etiskah bila pecinta game atau pecinta hewan peliharaan mengatakan bahwa Cinta melulu masalah menaklukan lawan jenis? Jika mereka mengatakan hal itu mereka termasuk ke dalam golongan naïf. Karena mereka sendiri jugalah penikmat Cinta sebagai sarana ciptaan Tuhan. Semua salah paham ini hanya karena kurangnya informasi semata.

 

Mantra Zinah

Statistik menunjukan bahwa orang Indonesia adalah salah satu pengakses terbesar situs-situs berbau pornografi di internet. Setelah saya jelaskan panjang lebar di atas, bisakah anda asumsikan sesuatu kenapa kesalahpahaman ini terjadi? Dari mulut ke mulut, para lelaki berbincang dan berbagi informasi tentang cara/muslihat untuk meniduri pacar-pacar mereka. Kesimpulan kesemua caranya adalah dengan mengatasnamakan Cinta sebagai landasan hubungan. Sehingga ada alasan cowok untuk memaksa wanita membuktikan Cintanya secara fisik dan bukan perasaan.

Puisi, lagu dan semua kata-kata berbau Cinta hanyalah kamuflase agar segalanya terlihat artistik. Cinta hanya dipandang sebagai legitimasi seks, yang mendorong seorang menyerahkan tubuhnya pada kekasih yang (dianggap) mencintainya. Surveylah semua tayangan TV! Semua menjurus ke arah seks dengan embel-embel Cinta di dalamnya.

Anda akan tahu bahwa semua pembuat program TV dan para sineas ternyata telah meninjau terlebih dahulu minat pemirsa. Penonton termasuk saya dan anda mungkin, lebih tertarik dengan tontonan-tontonan yang mengumbar unsur seks yang berbumbu kisah-kisah romantis. Tragis sekali saat kita tahu bahwa sebenarnya perusak keperibadian bangsa adalah generasinya sendiri. Maka, inilah jawaban atas bentuk pilihan anda. Jika memilih segi tiga, segi empat, atau pun segi enam maka selamat, masih ada yang bisa dibanggakan dari karakter anda. Tapi, bila memilih lingkaran itu berarti anda adalah tipe karakter yang pikiranya hanya tertuju pada seks.

 

Apatis Cinta          

Kita kini akan memasuki pembahasan yang lebih substantif. Saat anda tumbuh dengan semua cerita-cerita sinetron, film, dan novel-novel yang mengedepankan indahnya kisah Cinta dua insan. Alam bawah sadar anda akan menangkap hal tersebutlah sebagai hal ideal yang dibutuhkan. Sehingga kemudian tumbuh menjadi selera dalam menjalani romansa. Anda akan mulai mencari pasangan dan mengarungi semua kisah Cinta sesuai prosedur tertentu.

Anda tidak sadar bahwa mereka semua hanyalah sebuah tontonan dan bukan tuntunan. Saat sadar semua sudah diatur skenario dan jauh dari realistis, anda akan mengalami banyak kegagalan. Terus-menerus sampai kecanduan emosi tertentu hingga akhirnya akan berusaha menjauhi penyebabnya. Anda akan menanamkan di alam bawah sadar bahwa penyulut kecanduan tersebut adalah Cinta dan memukul rata semua Cinta sebagai acara menaklukan lawan jenis.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: